Hari yang buruk bisa terjadi pada siapa saja, termasuk pada seorang pegawai di Badan Meteorologi Korea Selatan ( KMA ). Pegawai itu keliru mengirimkan pesan peringatan akan bahaya gempa bumi lewat faksimile kepada media. Pesan itu memperingatkan akan adanya gempa bumi dengan magnitudo 6,8.

Ternyata, peringatan itu hanyalah bagian dari latihan tanggap darurat selama lima hari yang dilakukan KMA dan seharusnya tidak dikirimkan kepada media. Sejumlah media internasional, termasuk kantor berita Tiongkok, Xinhua, mengabarkan, informasi tersebut sebelum akhirnya ditarik setelah KMA mengeluarkan permintaan maaf. ” Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang terjadi, ” demikian pernyataan KMA seperti diberitakan kantor berita Korsel, Yonhap.

Seorang pejabat Korsel menunjukkan titik pusat gempa yang melanda pada Senin 12 September 2016 malam waktu / AFP PHOTO / YONHAP / YONHAP

Seorang pejabat Korsel menunjukkan titik pusat gempa yang melanda Korsel sebagai bagian latihan tanggap darurat.
/ AFP PHOTO / YONHAP / YONHAP

Sebelumnya , Yonhap juga menyiarkan peringatan tersebut. ” Pesan itu dibuat untuk kepentingan latihan, dan pegawai kami keliru menekan tombol sehingga pesan itu terkirim keluar. Pesan keliru yang dipublikasikan pada pukul 17.30 waktu setempat itu menyerukan agar warga di daerah terdampak, yakni wilayah Hoengeong di Propinsi Gangwon, segera mengungsi.

AP / WAS.