Sabastian Kent ( 7 ) asal Brisbane, Australia, menangis ketika akhirnya bisa memiliki kuda poni yang dibeli dengan uang hasil tabungannya sendiri. Selama dua tahun ia menjual air limun dan berhasil mengumpulkan uang 2.285 dollar AS ( sekitar Rp 30 juta ). Selain berjualan, ia juga menyimpan uang hadiah ulang tahun, uang hadiah akibat gigi yang tanggal, dan uang hadiah Natal.

 Sabastian menjual es limun dan es teh dari depan rumah orang tuanya. Facebook; Juliana Kent


Sabastian menjual es limun dan es teh dari depan rumah orang tuanya demi mengumpulkan uang untuk membeli kuda poni kesukaannya. Facebook : Juliana Kent

Mimpi bocah berusia 7 tahun ini untuk memiliki kuda poni akhirnya menjadi kenyataan setelah kerja keras selama tiga tahun.

Mimpi Sabastian Lucas Kent dari Scarborough, berusia 7 tahun ini untuk memiliki kuda poni akhirnya menjadi kenyataan setelah kerja keras selama tiga tahun. Ia tak malu jualan air limun.  Facebook : Juliana Kent.

Cita-citanya hanya satu, membeli kuda poni. Laman UPI, Senin ( 17/10 ), menunjukkan Juliana Kent, ibu Sabastian, yang mengunggah rekaman video anaknya sedang menangis senang di Facebook saat bertemu pertama kalinya dengan kuda poni putih bernama Tomy Boy. Air limun Sabastian terkenal di lingkungan sekitar karena ia juga membuka stan di setiap acara yang digelar di daerahnya. ” Sabastian juga membuat air limun dalam botol supaya bisa dibuat sehari sebelumnya, ” kata Juliana kepada the Australian Broadcasting Corp.

Kadang-kadang konsumen membayar lebih banyak dari seharusnya, seperti 20 atau 100 dollar AS. Padahal harga per gelas hanya 20 sen. Mereka mau membantu Sabastian supaya ia bisa segera membeli kuda poni impiannya.

UPI / LUK.