Sekelompok peneliti Jepang dipimpin Katsuhiko Hayashi, ahli biologi di Universitas Kyushu, Fukuoka, menciptakan tikus hidup sehat di laboratoriom, memakai sel telur dari sel kulit tikus dewasa. Temuan itu dipublikasikan di jurnal Nature, Senin ( 17/1 ). Para peneliti sebelumnya mengembangkan sperma di laboratoriom dengan sel punca embrionik belum dewasa yang punya keunggulan bisa berubah jadi beragam jenis sel.

Tim periset mengambil sel dari ekor tikus dan memprogram sel dewasa itu jadi sel tak dewasa, lalu mengembangkannya jadi sel telur. Tak semua sel telur itu sehat. Namun, ada telur yang bisa dibuahi sperma dan dimasukkan ke rahim tikus betina dewasa, lalu berkembang jadi anak tikus sehat.

sel telur buatan tersebut diciptakan oleh ilmuwan dari Kyushu University.

Sel telur buatan untuk menciptakan tikus dilakukan oleh ilmuwan dari Kyushu University, Katsuhiko Hayashi. Ketika sel telur terbentuk sempurna, kemudian peneliti menggunakan teknik teknik In Vitro Fertilization (IVF), sel telur buatan dipertemukan dengan sperma di dalam tabung.

Miturut Richard Anderson dari MRC Centre for Reproductive Health pada Universitas Edinburg, Skotlandia, pendekatan riset itu berpeluang membantu perempuan mandul sejak muda. ” Prosesnya kompleks dan masih panjang, ” ujarnya.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / JOG.