Mengendalikan sel saraf dengan listrik dapat membantu mengendalikan sejumlah penyakit, seperti artritis atau radang sendi, asma, dan diabetes. Namun, terapi itu belum ada di pasaran, masih dalam penelitian. Galvani Bioelectronics, perusahaan bentukan Glaxo Smith Kline ( GSK ) dan Verily Life Sciences ( sebelumnya Google Life Sciences ) yang meneliti terapi itu, berharap alat sudah ada di pasaran setidaknya tujuh tahun mendatang.

Obat Diabetes Terobosan Terbaru: Peneliti Kembangkan “Insulin 'Pintar” Untuk Kendalikan Diabetes Webber mengatakan para peneliti telah melakukan tes-tes menggunakan hewan laboratorium. Tes itu menunjukkan bahwa “insulin pintar” bekerja selama sedikitnya 14 jam, berulang, dan otomatis bekerja menurunkan tingkat gula darah dalam tikus.

Peneliti Kembangkan “Insulin ‘Pintar” Untuk Kendalikan Diabetes. Para peneliti telah melakukan tes-tes menggunakan hewan laboratorium. Tes itu menunjukkan bahwa “insulin pintar” bekerja selama sedikitnya 14 jam, berulang, dan otomatis bekerja menurunkan tingkat gula darah dalam tikus.

Percobaan menunjukkan, dengan mengalirkan listriik di sekitar saraf tertentu, binatang mampu mengendalikan pengiriman pesan pada saraf. Saat listrik dialirkan, pengiriman pesan di saraf pun dapat dikendalikan. ” Pada diabetes tipe 2, sinyal dalam sistem saraf meningkat, ” kata Wakil Presiden Bioelectronics Kris Famm kepada BBC, Senin ( 1/8 ).

Selanjutnya Kris mengatakan, dengan memblokir sinyal itu, sensivitas tubuh tikus terhadap insulin akan dipulihkan. Penelitian awal, teknik itu juga akan bisa diterapkan pada sejumlah penyakit lain. Meski demikian, dampak terapi pada tubuh belum diketahui pasti.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.