Satu dari tiga orang di dunia mengalami masalah kesehatan akibat makanan yang buruk, baik dalam jumlah maupun mutu pangan. Demikian laporan panel ahli independen soal pangan dan pertanian, dilaporkan BBC, Minggu ( 25/9 ). Laporan itu menyebut, kurang gizi membuat seperempat anak balita di dunia mengalami tubuh pendek.

Di sisi lain, tahun 2030 mendatang diperkirakan sepertiga populasi kelebihan berat badan atau kegemukan. Laporan Panel Global untuk Pertanian dan Sistem Pangan Nutrisi sedang dipaparkan kepada Organisasi Pangan dan Pertanian PBB.

Kasus gizi buruk pada anak-anak, paling banyak terjadi di India. Jumlahnya mencapai 100 juta anak-anak. Setelah itu adalah negara China, dengan jumlah 40 juta anak-anak.

Kasus gizi buruk pada anak-anak, paling banyak terjadi di India. Jumlahnya mencapai 100 juta anak-anak. Setelah itu adalah negara China, dengan jumlah 40 juta anak-anak.

Dalam kebijakan ini satu kilo beras akan dihargai tiga rupe atau Rp650, gandum seharga dua rupe (Rp330) dan millet seharga satu rupe (Rp165).

Dalam kebijakan soal pangan di India, satu kilo beras akan dihargai tiga rupe atau Rp650, gandum seharga dua rupe (Rp330) dan millet seharga satu rupe (Rp165).

Panel yang diketuai mantan Presiden Ghana John Kufuor dan Penasihat Ilmiah Inggris Sir John Beddington itu menyebut, 2 miliar orang kekurangan vitamin dan mineral untuk tetap sehat. Akibatnya, meninggalkan penyakit jantung, darah tinggi, diabetes, dan penyakit lain yang terkait produktivitas.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / GSA.