Proses uji Aducanumab, obat penghancur plak atau timbunan protein amiloid di otak pasien alzheimer, menunjukkan hasil menggembirakan. Saat obat diberikan pada dosis tinggi, kian besar dampak obat menghancurkan amiloid. Namun, saat uji dosis tinggi itu, 24 persen responden menghentikan konsumsi obat karena sakit kepala.

Sebuah obat yang menghancurkan plak protein karakteristik yang membangun dalam otak pasien Alzheimer menunjukkan "menggoda" janji, para ilmuwan mengatakan.

Animasi di mana sebuah obat dikonsumsi pasien, menunjukkan hancurnya plak protein  dalam otak pasien Alzheimer.

Meski obat aman dikonsumsi dan menekan penurunan memori, perlu kehati-hatian karena obat menekan penurunan memori, perlu kehati-hatian karena obat baru awal pengembangan. Uji secara luas melibatkan 2.700 orang Amerika Utara, Eropa, dan Asia, disiapkan untuk tahu dampak obat.

” Kami berharap bisa menerapi seseorang tanpa gejala alzheimer. Sebab jika amiloid teridentifikasi di otak seseorang, ia mengalami alzheimer, ” kata Alfred Sandrock dari perusahaan bioteknologi Biogen yang menggarap riset bersama tim Universitas Zurich, Swiss, Rabu ( 31/8 ).

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan