Studi ilmuwan lintas bidang ilmu dari Universitas Oxford, Inggris, yang dipublikasikan di jurnal Royal Society Open Science menunjukkan, menontong film atau drama fiksi dapat memicu pelepasan endorfin, senyawa kimia yang menimbulkan perasaan senang, mengurangi rasa sakit di otak dan menjadi pengurang rasa nyeri alami. Hormon ini juga membantu meningkatkan ikatan dengan orang sekitar. Minat manusia pada cerita fiksi diturunkan dari nenek moyang sejak manusia masih jadi peramu dan pemburu.

 

Menonton film drama, teater atau novel bisa sangat baik untuk kesehatan.

Menonton film drama, teater atau novel bisa sangat baik untuk kesehatan. Apalagi menonton dengan pasangan sebagai pengikat rasa cinta kasih sayang untuk mempererat relasi hubungan keduanya. Foto :  DIEGO CERVO L THINKSTOCK

Menonton tragedi seperti Titanic dalam kelompok dapat meningkatkan ikatan sosial di antara penonton, sebuah studi baru menunjukkan.

Menonton film tragedi seperti Titanic dapat meningkatkan ikatan sosial di antara penonton. Para peneliti di Oxford University mengatakan bahwa menonton film traumatis bisa meningkatkan perasaan ikatan kelompok, toleransi rasa sakit dan meningkatkan bahan kimia penghilang rasa sakit yang diproduksi di otak.

Pimpinan studi Robin Dunbar kepada BBC, Rabu ( 21/9 ) mengatakan, manusia adalah penikmat cerita fiksi meski hingga kini basis evolusi kesukaan itu belum banyak dipelajari psikolog dan ahli biologi perilaku. Namun, cerita fiksi berbentuk dongeng atau cerita rakyat memungkinkan manusia mewariskan kebajikan atau menanamkan nilai luhur lainnya.

Robin menilai, ketertarikan manusia pada cerita fiksi yang membangkitkan emosi berkembang dalam konteks kohesivitas sosial. Karena itu, endorfin juga dilepaskan saat manusia mendapat cerita komedi, menyanyi, bahkan menari.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.