Analisa terhadap 2.932 pasangan kembar di Denmark yang lahir tahun 1870-1900 menunjukkan, mereka hidup lebih lama dibandingkan populasi umum. ” Hampir pada semua umur, kembar identik ( dari satu sel telur ) hidup lebih lama dibanding kembar tidak identik ( dari dua sel telur ). Sementara kembar tidak identik hidup sedikit lebih lama dibanding populasi umum, ” kata pimpinan studi David Sharrow dari Universitas Washington, Amerika Serikat, Kamis ( 18/8 ).

Kembar tiga identik sebenarnya terjadi ketika satu sel telur terbelah menjadi tiga bagian. Namun sejumlah pakar mengatakan peluang ketiganya lahir dengan selamat dan sehat hanyalah satu banding 200 juta, apalagi prosesnya tidak menggunakan prosedur IVF alias bayi tabung. Dalam foto keluarga Karen Gilbert, Suami, dan Ketiga Anak Kembarnya (Foto: Daily Mail)

Kembar tiga identik terjadi ketika satu sel telur terbelah menjadi tiga bagian. Namun sejumlah pakar mengatakan peluang ketiganya lahir dengan selamat dan sehat hanyalah satu banding 200 juta, apalagi prosesnya tidak menggunakan prosedur IVF alias bayi tabung. Foto keluarga Karen Gilbert, asal Inggris beserta suami, dan ketiga anak kembar identik. Karen Gilbert melahirkan di Royal Gwent Hospital, Newport.

Pada lelaki, hidup lebih panjang dialami pada usia 45 tahun, sedangkan anak kembar identik ada 90 anak yang masih hidup atau lebih tinggi 6 poin. Pada perempuan, puncak keuntungan kembar identik terjadi di awal umur 60-an dengan beda poin. Umur panjang itu didapat karena ada dukungan sosial tinggi dari saudara kembarnya.

” Dukungan sosial memberi dampak besar terhadap kesehatan, sama seperti pernikahan, ” ujarnya. Dukungan sosial itu mendorong aktivitas yang menyehatkan dan meninggalkan kebiasaan buruk.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / MZW.