Penggemar film tiga dimensi ( 3 D ) bisa menonton film tanpa kacamata khusus di masa depan. Namun, teknologi Cinema 3D itu berupa prototipe, belum bisa untuk layar bioskop yang lebar. Teknologi 3D saat ini menuntut pemakaian kacamata khusus demi mengatasi batasan paralaks pemicu perubahan semu arah benda, tergantung posisi penonton.

eknologi TV 3D terus berkembang. Setelah mampu menawarkan pengalaman berbeda saat menonton televisi dengan teknologi 3D Aktif dan 3D Pasif melalui kacamata, kemudian munculah teknologi TV 3D tanpa kacamata.

Teknologi TV 3D terus berkembang. Setelah mampu menawarkan pengalaman berbeda saat menonton televisi dengan teknologi 3D melalui kacamata, kini muncul teknologi TV 3 dimensi, tanpa kacamata penontonnya.

Teknologi TV 3D memang sangat menggoda mata, namun banyak yang menganggap bahwa TV 3D tanpa kacamata maupun dengan kacamata bisa saja mengganggu kesehatan seseorang. Mengutip laman PC Authority, Jumat (17/1/2014), beberapa masalah kesehatan yang mungkin timbul adalah gangguan penglihatan.

Wojciech Matusik mengatakan, teknologi TV 3D memang sangat menggoda mata, namun banyak yang menganggap bahwa TV 3D tanpa kacamata maupun dengan kacamata bisa saja mengganggu kesehatan seseorang. Mengutip laman PC Authority, beberapa masalah kesehatan yang mungkin timbul adalah gangguan penglihatan.

” Untuk menyaksikan layar 3D tanpa kacamata, perlu layar beresolusi tinggi sehingga tak praktis, ” kata peneliti Wojciech Matusik, profesor teknik elektro dan ilmu komputer dari Institut Teknologi Massachusetts, Amerika Serikat, Selasa ( 2/8 ). Teknologi Cinema 3D memakai rangkaian cermin dan lensa demi mengatasi batasan paralaks itu. Dengan prototipe Cinema 3D pendukung citra 200 piksel dan 50 rangkaian lensa serta cermin, layar 3D hanya bisa seukuran kertas.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.