Banyak cara mempromosikan pekerjaan yang tak diminati kaum muda, salah satunya dengan membuat lomba. Itulah yang dilakukan di Debrecen, Hongaria, yang menjadi tuan rumah kompetisi nasional penggali kubur pertama. Sebanyak 18 pasang peserta ambil bagian menggali kubur berukuran lebar 80 sentimeter, panjang 2 meter, dan kedalaman 1,6 meter, dengan sekop, garu, kapak, dan beliung.

Penilaian tak hanya soal kecepatan menggali sesuai ukuran, tetapi juga kerapian tumpukan tanah hasil galian. Peserta diberi kebebasan menggali. Ada peserta yagn keduanya menggali berbarengan, peserta lain menggali bergantian dengan orang kedua merapikan tanah hasil galian.

juara mencangkul 123

Lomba menggali lubang kubur diadakan di Debrecen, Hongaria, sebagai cara promosi orang lain yang membutuhkan pekerjaan, Bahwa menggali kubur adalah pekerjaan mulia bagi sesama yang membutuhkan makam bagi keluarganya. Ilustrasi : Didie SW.

Sungguh aneh namun benar-benar terjadi. Di Debrecen, Hungaria, sebanyak 18 tim yang masing-masing terdiri dari 2 orang mengikuti lomba yang sangat tidak lazim.Sungguh aneh namun benar-benar terjadi. Di Debrecen, Hungaria, sebanyak 18 tim yang masing-masing terdiri dari 2 orang mengikuti lomba yang sangat tidak lazim. Lomba menggali kubur di Hungaria

Sungguh aneh namun benar-benar terjadi. Di Debrecen, Hungaria, sebanyak 18 tim yang masing-masing terdiri dari 2 orang mengikuti lomba yang sangat tidak lazim, yaitu lomba menggali kubur.

Iren Kari menuturkan lomba ini digelar untuk menepis citra yang kurang menyenangkan atas profesi sebagai tukang gali kubur. Iren menegaskan tukang gali kubur layak dihormati.

Iren Kari menuturkan lomba ini digelar untuk menepis citra yang kurang menyenangkan atas profesi sebagai tukang gali kubur. Iren menegaskan tukang gali kubur layak dihormati.

Satu-satunya peraturan adalah hanya satu orang yang boleh menggali saat mencapai kedalaman satu meter. Iren Kari, penyelenggara lomba unik ini, mengatakan, orang muda kini tak mau menjadi penggali kubur sehingga sulit mencari pengganti saat ada yang pensiun. ” Mereka melihat kematian setiap hari, ” ujar Kari.

Kari menjelaskan, kadang-kadang orang menjadikan mereka bahan gurauan, tetapi mereka juga manusia. Wakil Ketua Asosiasi Jasa Pemakaman Zoltan Juracsik membantah pendapat pekerjaan penggali kubur itu mengerikan. ” Ini adalah profesi. Rekan-rekan yang ikut lomba ini bangga dengan pekerjaannya dan mereka layak mendapat penghormatan, ” ujarnya.

Peserta tercepat, berasal dari Debrecen, menyelesaikan lomba dalam waktu 30 menit. Mereka berhak mewakili Hongaria dalam kompetisi regional di Slowakia, bulan Nopember. Nah…Anda tertarik ikut lomba ini ?

UPI / WAS / Foto : Zsolt Czegledi/MTI via AP.

Iklan