Upaya keras otoritas pendidikan Tiongkok untuk mencegah kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Nasional, atau dikenal sebagai Gaokao, memakan korban. Kacamata dua siswa peserta Gaokao di kota Shitai, Provinsi Anhui, disita oleh pengawas ujian yang curiga kacamata itu dilengkapi dengan peralatan canggih untuk mencontek. Padahal kacamata itu benar-benar alat bantu penglihatan dan kedua anak itu memang menderita rabun dekat.

Setelah pemeriksaan teliti, kacamata itu dikembalikan kepada kedua siswa sekitar 30 menit kemudian setelah mereka berjuang membaca soal tanpa kacamata. Salah seorang anak mengeluhkan hal tersebut, seperti dikutip laman cyol.cn, yang menyebut anak itu sangat terganggu dan memengaruhi hasil ujiannya sehingga mengundang komentar pedas di media sosial. Biro Pendidikan Distrik Shitai, membela diri dengan peraturan yang berlaku.

Lebih dari sembilan juta lulusan SMA sedang duduk ujian nasional China , yang Gaokao .

Lebih dari sembilan juta siswa  SMA sedang mengerjakan soal ujian nasional China , yang disebut  Gaokao .

Gaokao pengasuh biasanya menawarkan jasa mereka dalam merevisi dan mengobrol dengan siswa.

Kertas ujian berisi soal terkadang huruf cetakannya kecil. Ada dua siswa menggunakan kacamata khusus saat menjawab sola ujian. Akan tetapi panitia Gaokao curiga dengan kacamata yang dipakai kedua siswa itu. Mereka kena teguran tidak boleh menggunakan kacamata saat mengerjakan soal ujian.

Dalam pernyataan resminya, juru bicara biro itu mengatakan, ” Tak ada pihak yang keliru.” Namun, publik tak setuju. Sebanyak 97 persen dari 53.000 responden survei yang dilakukan laman 163com mengatakan, hal itu sangat memengaruhi peserta ujian.

Tidak dijelaskan apakah kedua anak itu akhirnya lulus atau tidak. Dalam peraturan yang dikeluarkan tahaun lalu, peserta Gaokao yang melakukan kecurangan terancam hukuman penjara selama tujuh tahun.

WAS.