Selama ini uji penanda ada kanker paru dengan pemindaian tomografi terkomputerisasi ( CT ) di dada. Jika terdeteksi bercak hitam di paru, ada uji invansif seperti biopsi demi  memastikan tumor jinak atau ganas. Kini,  metode lebih sederhana dikembangkan sejumlah dokter lewat deteksi napas diembuskan pasien terduga kanker paru.

Jika tumor diduga terlihat pada sinar-X, atau sel-sel kanker  muncul dalam tes dahak, biopsi digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Sebuah contoh kecil dari massa yang mencurigakan dihapus, biasanya dengan jarum, untuk diteliti di bawah mikroskop. Dengan mempelajari sampel, patolog dapat menentukan apakah tumor adalah kanker paru-paru, dan jika demikian, seperti apa.

Jika tumor diduga terlihat pada sinar-X, atau sel-sel kanker muncul dalam tes dahak, biopsi digunakan untuk mengkonfirmasi diagnosis. Sebuah contoh kecil dari massa yang mencurigakan dihapus, biasanya dengan jarum, untuk diteliti di bawah mikroskop. Dengan mempelajari sampel, patolog dapat menentukan apakah tumor adalah kanker paru-paru. ( Foto : Detik Sehat ).

Satu liter napas ditampung di kantong mirip balon, dikaitkan pompa yang meneruskan udara itu ke chip komputer, pendeteksi senyawa kimia napas pasien. Pada pasien yang baru diangkat tumor di paru, tiga penanda senyawa karbonil di napas pasien berkurang.

” Ini membantu deteksi tumor di  pasien kanker paru yang diangkat tumornya, agar segera diobati, ” kata ahli bedah dada di Sekolah Kedokteran Universitas Louisville, Kentucky, Amerika Serikat, Victor van Berkel, Kamis  ( 9/6 ). Temuan itu dipublikasikan di jurnal The Annals of Thoraric Surgery.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.

Iklan