Busa yang dihasilkan katak mini, Tungara ( dari Trinidad ),untuk melindungi telurnya menginspirasi para peneliti media. Busa pelindung dari pemangsa, cuaca, dan bahaya lain itu bisa membantu penyembuhan pasien dengan infeksi luka bakar. Caranya, gelembung-gelembung kecil berbahan enam protein itu melindungi kulit yang rusak, dimana terapi obat penyembuh jaringan kulit yang diberikan tak akan merusak kesehatan sel.

Busa yang dihasilkan katak untuk melindungi telur-telurnya dapat menjadi cara cerdas memberikan obat penyembuh bagi pasien luka bakar. Gelembung-gelembung udara dalam busa yang dihasilkan oleh katak secara alami itu dapat memerangkap dan menyalurkan obat, sambil memberi perlindungan antara pembalut luka dan kulit yang rusak.

Busa yang dihasilkan katak untuk melindungi telur-telurnya dapat menjadi cara cerdas memberikan obat penyembuh bagi pasien luka bakar. Gelembung-gelembung udara dalam busa yang dihasilkan oleh katak secara alami itu dapat memerangkap dan menyalurkan obat, sambil memberi perlindungan antara pembalut luka dan kulit yang rusak.

Para peneliti dari Universitas Strathclyde mengungkapkan, ide dari alam membuat mereka mulai mengembangkan versi busa sintetis yang memiliki fungsi seperti busa katak. Inspirasi para peneliti itu adalah katak Tungara yang berukuran kecil dari Trinidad.

Para peneliti dari Universitas Strathclyde mengungkapkan, ide dari alam membuat mereka mulai mengembangkan versi busa sintetis yang memiliki fungsi seperti busa katak. Inspirasi para peneliti itu adalah katak Tungara yang berukuran kecil dari Trinidad.

Busa katak sebagai pelindung telur. (BBC)

Busa katak sebagai pelindung telur. ( BBC )

Itu ditekuni para peneliti dari Universitas Strathelyde, Skotlandia. Mereka, seperti diberitakan BBC, Rabu ( 23/3 ), mulai membuat versi sintesis busa itu agar benar-benar kuat.

” Kami sekitar setengah jalan untuk membuat busa yang stabil. Setelah berhasil, kami perlu mengujinya kepada pasien, yang butuh waktu beberapa tahun, ” kata Dr Hoskisson, anggota tim. Para peneliti memaparkan penelitian awal mereka pada Konferensi Tahunan Masyarakat Mikrobiologi di Liverpool Inggris.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / GSA.

Iklan