Sejumlah 35 restoran di seluruh Tiongkok, termasuk sebuah jaringan restoran steamboat populer di Beijing, ditemukan menggunakan candu sebagai bumbu. Lima restoran dituntut, sedangkan 30 lainnya, mulai dari restoran dim sum di Shanghai sampai warung mi di Chongqing, masih dalam penyidikan, kata badan pangan dan obat-obatan Tiongkok. Kasus juru masak menaburkan bubuk cantu, yang mengandung opiat seperti morfin dan kodein dalam jumlah rendah, di sup dan seafood bukanlah hal baru di Tiongkok, walau tidak jelas apakah memang bias membuat pelanggan ketagihan.

Candu alias opium digunakan sebagai penyedap makanan di restoran Tiongkok. Ilustrasi : Handining.

Candu alias opium digunakan sebagai penyedap makanan di restoran Tiongkok. Ilustrasi : Handining.

Ilustrasi Opium untuk bumbu masakan. Sebanyak 35 restoran di Cina terbukti menggunakan opium sebagai bumbu masak, Jumat (22/1). Pejabat Cina mengatakan penggunaan opium adalah ilegal.

Ilustrasi Opium untuk bumbu masakan. Sebanyak 35 restoran di Cina terbukti menggunakan opium sebagai bumbu masak, Jumat (22/1). Pejabat Cina mengatakan penggunaan opium adalah ilegal.

Polisi Provinsi Shaanxi menangkap seorang penjual mi tahun 2014 karena produknya mengandung narkoba. Tujuh restoran ditutup di Provinsi Ningxia tahun 2012 karena menggunakan bahan tambahan itu. Bubuk candu yang terbuat dari kulit biji bunga poppy dapat dengan mudah dibeli di pasar-pasar di Tiongkok barat dengan harga sekitar 60 dollar AS per kilogramnya.

Miturut kantor berita Xinhua, bahan aditif itu biasanya dicampur dengan minyak dan bubuk cabai. Dengan cara ini membuat sulit didektesi tanpa peralatan laboratoriom. Di Indonesia, orang sering mendengar mengenai masakan daerah yang memakai ganja.

AP / DI.

Iklan