Sebuah museum yang akan dibuka bulan Mei mendatang di Los Angeles, AS, mencari donatur yang ingin menyumbangkan memorabilia mereka yang berkaitan dengan patah hati atau gagalnya sebuah hubungan, untuk dipamerkan kepada publik. Ekshibisi yang dikenal dengan nama Museum Patah Hati itu akan membuka gedung pameran mereka yang kedua secara permanen di Los Angeles pada Mei 2016. Museum yang didirikan oleh seorang seniman Kroasia pada 2006, memamerkan sejumlah memorabilia dari sebuah hubungan yang gagal.

Benda objek pameran mulai dari cakram padat, kaset, hingga pakaian. ” Museum Patah Hati memamerkan revolusi dari konsep hubungan yang gagal dan akibat yang ditimbulkannya, ” papar leaflet dari museum tersebut. Museum ini menawarkan kesempatan untuk mereka yang patah hati menyelesaikan masalah emosionalnya melalui sumbangannya kepada museum ini.

Museum berfungsi sebagai penyimpan kenangan. Uniknya, ada museum yang menyimpan kenangan dari para pecinta yang patah hati. Museum ini berada di Zagreb, Kroasia dan diberi nama "Museum of Broken Relationship. Pencetus ide dari museum ini adalah Olinka Vištica dan Dražen Grubišic. Keduanya sempat berpacaran selama empat tahun, sampai akhirnya putus. Namun pasca perpisahan tersebut, mereka justru menemukan ide unik untuk mengumpulkan barang-barang kenangan selama masa pacaran mereka untuk dijadikan pameran. Meski tampak aneh, namun ide ini disambut positif oleh berbagai pihak. Mereka mendapat banyak kiriman barang-barang bertemakan putus cinta sampai akhirnya cukup untuk dijadikan museum.

Museum berfungsi sebagai penyimpan kenangan. Uniknya, ada museum yang menyimpan kenangan dari para pecinta yang patah hati. Museum ini berada di Zagreb, Kroasia dan diberi nama ” Museum of Broken Relationship “.
Pencetus ide dari museum ini adalah Olinka Vištica dan Dražen Grubišic. Keduanya sempat berpacaran selama empat tahun, sampai akhirnya putus. Namun pasca perpisahan tersebut, mereka justru menemukan ide unik untuk mengumpulkan barang-barang kenangan selama masa pacaran mereka untuk dijadikan pameran. Meski tampak aneh, namun ide ini disambut positif oleh berbagai pihak. Mereka mendapat banyak kiriman barang-barang bertemakan putus cinta sampai akhirnya cukup untuk dijadikan museum.

Pihak yang hendak menyumbang boleh menuliskan kisah singkat memorabilia mereka dan perasaan paling kuat yang mereka rasakan terhadap memorabilia tersebut. Nama penyumbang akan dirahasiakan pihak museum. Donatur boleh menyumbang mulai dari surat-surat cinta sampai barang-barang mahal seperti mobil atau perhiasan.

Museum melarang donatur menyertakan kisah mereka dengan hal-hal berbau agama, warna kulit, dan hal-hal rasialis. Miturut LA Weekly yang dikutip laman UPI, sejauh ini tercatat 100 donatur akan menyumbangkan memorabilianya. Barangkali Anda tertarik menyumbang kisah suka duka Anda ?

UPI / JOY.

Iklan