Jamur di perut kambing dan domba memproduksi enzim fleksibel yang membantu memecah materi beragam jenis tumbuhan. Dari mekanisme itu, para peneliti melihat peluang metode produksi bahan bakar hayati lebih murah. Untuk menguji ide itu, peneliti mengumpulkan pupuk kandang dari kebun binatang dan kandang kuda serta mengisolasi tiga kultur jamur yang belum terkarakterisasi dari kambing, domba, dan kuda.

Pasar Hewan Dam di Muaisim Mekah. (VIVAnews/Umi Kalsum)

Suasana Pasar Hewan Dam di Muaisim Mekah. ( VIVAnews / Umi Kalsum )

Michelle O'Malley (Photo by Sonia Fernandez)

Michelle O’Malley ( Photo by Sonia Fernandez )

Menurut O’Malley, jamur yang paling tepat untuk percepatan tanaman jadi gas adalah jamur yang terdapat pada hewan pemakan tanaman, yakni kuda, kambing dan domba. Setelah diuji, pemanfaatan jamur usus anaerobik dan ada sejak jaman dinosaurus itu menunjutkkan kinerja produksi biofuel serupa kinerja rekayasa terbik dari industri.

Studi itu dipublikasikan di jurnal Science, Kamis ( 18/2 ). ” Karena jamur usus punya lebih banyak alat pengubah biomassa jadi bahan bakar, jamur ini bisa bekerja pada materi dari lebih banyak jenis tumbuhan dan lebih cepat, ” ucap pemimpin studi dari University of California, Santa Barbara, Amerika Serikat, Prof Michelle O’Malley.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / JOG.

Iklan