Dr Marta Mirazon Lahr ( kanan ) dan Justus Edung berada di lahan ekskavasi kerangka perempuan dalam endapan laguna, 30 kilometer barat Danau Turkana, Kenya, Rabu ( 2o/1 ). Miturut ilmuwan temuan kerangka itu bukti tertua dampak peperangan antarmanusia, fosil sekelompok orang yang dibantai menggunakan berbagai jenis alat perang. Pembantaian itu sekitar 10.000 tahun lalu.

Dr Marta Mirazon Lahr dan Justus Edung . keterangan lengkap di bawah . Gambar Robert Foley.

Dr Marta Mirazon Lahr dan Justus Edung. Gambar Robert Foley.

Dr Marta Mirazon Lahr dan Justus Edung . keterangan lengkap di bawah . Gambar Robert Foley

Dr Marta Mirazon Lahr juga ikut membantu jadi tukang saat pembangunan kembali eksvasi penemuan kerangka manusia. Gambar Robert Foley.

Sumber : Kilas Iptek.

Iklan