Ada banyak cara untuk menarik wisatawan, salah satunya Budai, kota kecil di barat daya Taiwan. Kota ini memilih cara yang tidak biasa untuk menarik turis datang, yaitu membangun gereja kecil dalam bentuk sepatu hak tinggi raksasa. Bangunan ini terbuat dari rangka logam dan kaca berwarna biru.

Gereja itu memiliki titik tertinggi sekitar 17 meter, di ujung hak sepatu, dan  mulai mengundang wisatawan meski masih masa konstruksi. Pemilihan sepatu hak tinggi itu ternyata untuk menghapus kenangan masa lalu yang suram. Pada dekade 1960-an di wilayah ini terjadi kelangkaan air bersih.

Gereja sepatu hak tinggi, bangunan unik mengundang wisatawan datang ke Chiayi County, Taiwan. Ilustrasi : Handining.

Gereja sepatu hak tinggi, bangunan unik mengundang wisatawan datang ke Chiayi County, Taiwan. Ilustrasi : Handining.

Warga harus menggali sumur dalam untuk mencari air. Kandungan air yang ada mengandung arsenik  sehingga muncul wabah blackfoot kerusakan pembuluh  darah di kaki yang menyebabkan gangrene. ” Satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa adalah amputasi, ” ujar Talia Pan, Manajer Seksi Wisata Pengelola Wilayah, yang membangun proyek tersebut.

Orang mengambil selfies di depan sebuah gereja berbentuk sepatu di Chiayi , Taiwan selatan . Gereja , yaitu sekitar 17m tinggi dan lebar 11m , waktu tiga bulan dan sekitar $ US685,000 untuk membangun . Foto oleh Reuters.

Orang berfoto selfies di depan sebuah gereja berbentuk sepatu di Chiayi, barat daya Taiwan. Gereja dengan tinggi sekitar 17 m dan lebar 11 m, dibutuhkan waktu tiga bulan pembangunan, menghabiskan  dana sekitar $ US 685,000. Foto :  Reuters.

Karena penyakit itu banyak perempuan kehilangan kesempatan berjalan ke altar menggunakan  sepatu hak tinggi saat menikah. “Kami berharap dengan bangunan unik di Chiayi County ini, pasangan yang akan menikah memiliki kenangan khusus,” ujar Talian Pan.

Reuters / WAS.

Iklan