Bakhretdin Khakimov, prajurit Uni Soviet yang berasal dari Samarkand, Uzbekistan, hilang dalam Perang Afganistan pada 1980. Lebih dari 30 tahun kemudian, dia ditemukan sudah menjadi warga Afganistan yang tinggal di Provinsi Herat, sebelah barat Afganistan. Ia ditemukan organisasi pendukung veteran dan bermukim di sana setelah terluka saat bertugas sebagai serdadu Tentara Merah pada masa awal peperangan.

Alexander Lavrentyev dari Komite Hubungan Pejuang Internasional, seperti dikutip kantor berita Rusia, RIA Novosti, mengaku sempat kesulitan menemui Khakimov. Ia bahkan sudah menjadwalkan bertemu dengannya hingga tiga kali, tetapi semuanya gagal. Pada tanggal 23 Februari 2013, warga akhirnya membawa Lavrentyev ke tempat Khakimov bermukim.

Sheikh Abdullah ( kanan ) duduk disamping istrinya Jamela di rumahnya yang asri di kawasan Provinsi Herat. Foto dibuat  5 Februari 2015.

Sheikh Abdullah ( kanan ) duduk disamping istrinya Jamela di rumahnya yang asri di kawasan Provinsi Herat. Foto dibuat 5 Februari 2015. Sebagai prajurit Soviet yang terjun ke medan perang di Afghanistan tahun 1980, nama aslinya Bakhretdin Khakimov.

menunjukkan foto dirinya saat masih aktif sebagai prajurit Uni Soviet tahun 1980.

Sheikh Abdullah menunjukkan foto dirinya saat masih aktif sebagai prajurit Uni Soviet tahun 1980.

Ternyata, Khakimov sudah berganti nama menjadi Sheikh Abdullah. Dia juga kesulitan berkomunikasi dalam bahasa Rusia. Namun, dia masih mengerti jika lawan bicaranya menggunakan bahasa itu. Khakimov tak punya dokumen pribadi dan mencari nafkah dengan mengobati masyarakat sekitar.

Menurut Lavrentyev, Khakimov menikah satu kali, tetapi istrinya sudah meninggal. Perang Afganistan berlangsung selama sembilan tahun dan berakhir pada 1989. Menurut RIA Novosti, masih ada 264 prajurit Uni Soviet yang dinyatakan hilang di Afganistan. Sejumlah kelompok veteran terus mencari kepastian nasib mereka.

AFP/BAY / Foto : AFP.

Iklan