Pengolahan data sejumlah satelit yang memantau ketinggian permukaan air laut dari angkasa selama 1993-2014 menunjukkan, muka air laut naik lebih cepat dibandingkan perkiraan. ” Kenaikan muka air laut dampak paling terlihat dari perubahan iklim, ” kata Direktur Divisi Kebumian Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat Michael Freilich di Washington DC, AS, Rabu ( 26/8 ), dikutip space.com. Kenaikan muka laut itu disebabkan tiga faktor, pergerakan air laut akibat menghangatnya suhu, mencairnya permukaan es di beberapa tempat, dan mencairnya gletser di seluruh dunia.

Selain itu, jika emisi global karbon dioksida tidak dibatasi maka tingkat kenaikan permukaan air laut tahun 2100 bisa jauh lebih tinggi dari perkiraan yang .

Jika emisi global karbon dioksida tidak dibatasi maka tingkat kenaikan permukaan air laut tahun 2100 bisa jauh lebih tinggi dari perkiraan semula. Faktor yang paling berpengaruh dalam kenaikan permukaan laut, adalah pencairan es kutub sebagaimana disimpulkan penelitan Ice2Sea. Sejumlah pulau di wilayah Pasifi tak  akan lagi dapat dihuni karena tenggelam.

Semuanya disebabkan kenaikan suhu Bumi akibat meningkatnya emisi gas karbon dioksida. Panel Antar-pemerintah untuk Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ( IPCC ) pada 2013 memperkirakan muka laut naik 30-100 sentimeter selama 22 tahun terakhir.

Kenaikan itu jauh lebih cepat dibandingkan kenaikan muka air laut 50 tahun lalu. Namun, kenaikan itu tidak merata di seluruh dunia.

Sumber : Kilas Iptek / Space / MZW.

Iklan