Tidak berpendidikan bukan alasan untuk tidak menjadi kreatif. Seorang petani di Provinsi Henan, Tiongkok, yang mengaku buta huruf memimpin tim yang berhasil  membangun replika pesawat Boeing 737. Ia pun mengaku bukan orang pandai karena tidak pernah mengenyam bangku sekolah.

Anak-anak desa sedang bermain di bawah replika pesawat Boeing 737 hasil rancangan Wang Lunqan.

Anak-anak desa provinsi Henan sedang bermain di bawah replika pesawat Boeing 737 hasil rancangan Wang Lanqun.

Replika pesawat Boeing untuk restoran sedang dalam perakitan.

Replika pesawat Boeing untuk restoran sedang dalam perakitan.

Replika pesawat Boeing berada di kawasan ladang pertanian desa.

Replika pesawat Boeing berada di kawasan ladang pertanian desa.

Replika ini direncanakan akan disulapnya menjadi  rumah makan. Miturut pria bernama, Wang Lanqun ( 61 ) itu, keberaniannya memimpin rekan-rekannya sesama petani untuk menggarap replika pesawat Boeing 737  muncul setelah dirinya mulai mempelajari teknik mesin dan pengolahan logam pada 2014.

Ilustrasi Didie SW, petani Wang Lunqan memimpin perakitan replika pesawat Boeing 737.

Ilustrasi Didie SW, petani Wang Lanqun memimpin perakitan replika pesawat Boeing 737.

Replika dibangun oleh Wang dan rekan-rekannya dengan menggunakan bekas badan  pesawat Boeing 737 yang memiliki panjang sekitar  35  meter dan lebar bentang sayap sekiatar 38 meter. Seperti ditulis upi.com, total biaya yang dikeluarkan Wang untuk membuat replika Boeing 737 ialah 22.000 dollar AS atau Rp 304 juta.

UPI / ATO.

Iklan