Hasil riset yang dilakukan Google sangat mengejutkan. Bayangkan, seperti dilaporkan CNN, 30 persen panggilan darurat 911 yang dilakukan dari ponsel di wilayah San Francisco, Negara Bagian California, Amerika Serikat, ternyata terjadi secara tidak sengaja. Penyebabnya adalah tombol ponsel tertekan saat ponsel diletakkan di kantong bagian belakang celana penggunanya. Berdasarkan riset itu, tertekannya tombok panggilan darurat dengan tak sengaja memberikan beban tambahan bagi pengguna 911.

TELEPON yang masuk ke 911 tak melulu berisi panggilan darurat. Tak jarang penelepon melaporkan kejadian aneh, bahkan menjurus pada tindakan nyeleneh.

Telepon yang masuk ke 911 seharusnya berisi panggilan darurat. Tapi tak jarang penelepon melaporkan kejadian aneh, bahkan menjurus pada tindakan nyeleneh. Misalnya, seorang kakek ingin kencan dengan pacarnya tak ditanggapi, langsung telepon 911.

Menerima panggilan tanpa ada suara orang, para petugas tidak mengetahui apakah panggilan itu merupakan ketidaksengajaan atau si pemilik ponsel benar-benar berada dalam kondisi darurat sehingga sama sekali tak bisa bicara. Dalam banyak kasus, petugas segera menghubungi kembali nomor yang menghubungi 911 dan akhirnya hanya mendapati pesan kotak suara ( voice mail ).

Dari hasil temuan Google, tindakan menghubungi kembali nomor pemanggil membutuhkan waktu 1 menit 14 detik. Hal ini jelas membuang-buang waktu petugas 911. Jadi, berhati-hatilah dengan ponsel Anda.

UPI / ATO / Image Kartun : Kaltim Post.

Iklan