Orang kreatif disayang Tuhan. Robert Samuel, seorang wiraswasta asal New York City, Amerika Serikat, mengaku memperoleh 1.000 dollar AS per minggu dari jasa yang diberikannya yaitu mengantre. Samuel dan timnya melayani orang-orang yang ingin memperoleh tiket pertunjukkan atau produk yang baru dirilis. Seperti layaknya ongkos parkir, mereka menawarkan harga 25 dollar AS untuk satu jam pertama.

Robert Samuel , pendiri SOLD Inc , menunggu dalam antrean .

Robert Samuel , pendiri SOLD Inc, ( berpayung ) di tengah guyuran hujan salju setia menunggu dalam antrean. Dirinya menjual jasa, mengantre untuk membeli iPhone 6s yang dipesan seseorang dimana antrean membeli gawai itu sudah mengular membentuk barisan panjang di luar toko.

Robert Samuel , pendiri Sama Ole Jalur Dudes , menunggu dalam antrean untuk Cronuts.

Robert Samuel , pendiri Ole Jalur Dudes , menunggu dalam antrean untuk membeli tiket yang dipesan seseorang di luar loket pertunjukkan.

Salinan edisi terbatas dari video game Hyrule Warriors.

Salinan edisi terbatas dari video game Hyrule Warriors membuat penggemarnya rela antri untuk membeli alat ini. Tak terkecuali, Robert Samuel pun menjual jasa mengantri menggantikan seseorang yang punya duit, tapi malas mengantri.

Lalu, untuk setiap setengah jam waktu tambahan, mereka mengenakan biaya 10 dollar AS. Baru-baru ini, sebagaimana dilaporkan UPI.com, Samuel memperoleh 1.000 dollar AS dari peminat iPhone 6s. Samuel menunggu 48 jam di luar gerai Apple di Distrik Meatpacking.

Salah satu strateginya adalah mengantre di jalur kiri jika ada dua jalur antrean. Sebagian besar orang, menurut dia, tidak kidal sehingga biasanya terdapat lebih banyak orang antre di jalur kanan.

UPI / JOS / Credit Ángel Franco/The New York Times.

Iklan