Adam Fritz, seseorang yang lumpuh di bagian pinggang kebawah karena kerusakan saraf tulang belakang mampu berjalan sejauh 3,6 meter berkat inovasi teknologi sambungan otak ke komputer. Ia menjadi pasien kelumpuhan pertama yang berjalan tanpa perangkat robotik dan didokumentasikan dalam studi awal yang dirilis di jurnal NeuroEngineering and Rehabilitation seperti dimuat Reuters, Rabu ( 23/9). Sistem itu membuat otak memotong jalan dalam mengirim pesan, yang seharusnya melewati saraf tulang belakang menjadi berwujud algoritma komputer untuk diproses elektroda.

Itu 2008 ketika Adam Fritz mengendarai pulang dari kerja di sepeda motornya .

Peristiwa bermula tahun 2008 ketika Adam Fritz berkendara dengan sepeda motornya pulang dari kerja, mendapat musibah yang mengakibatkan dirinya mengalami kerusakan saraf tulang belakang. Akibatnya dia menderita kelumpuhan bagian pinggang ke bawah.

Mantan mahasiswa pascasarjana Adam Fritz , 28 , yang memutuskan sumsum tulang belakang dalam kecelakaan sepeda motor , ditampilkan selama percobaan antarmuka otak-komputer di UC Irvine iMove Lab di Irvine , California , di gambar ini dirilis pada tanggal 23 September , 2015. REUTERS / Universitas of California Irvine / Handout via Reuters.

Mantan mahasiswa pascasarjana Adam Fritz ( 28 ),  yang lumpuh akibat kerusakan pada sumsum tulang belakang dalam kecelakaan sepeda motor, tampil dalam percobaan sambungan otak dengan komputer di UC Irvine iMove Lab di Irvine , California. Gambar ini dirilis pada tanggal 23 September, 2015.

Elektroda di sekeliling lutut Fritz itu memproses informasi untuk mengubahnya menjadi sinyal yang merangsang pergerakan terkontrol otot kaki. ” Studi membuktikan, cara berjalan yang dikendalikan otak dan berbasis intuisi bisa dikembalikan setelah kerusakan total saraf tulang belakang, ” kata pemimpin riset, Zoran Nenadie, perekayasa biomedis pada University of California, Irvine, Amerika Serikat.

Reuters / JOG / Universitas of California Irvine / Handout via Reuters.