Sembilan dari 10 kematian akibat kanker dipicu penyebaran sel kanker ke bagian lain tubuh. Karena itu, tim peneliti Amerika Serikat mengembangkan implan dari bahan biomaterial aman dan berbentuk mirip spons kecil berdiameter 5 milimeter untuk menyerap sel kanker yang bergerak ke seluruh tubuh. Proses kerja implan itu meniru cara kerja sel kekebalan tubuh yang menarik sel-sel rusak yang lepas dari tumor.

Setelah implan ditanamkan, sel kekebalan tubuh akan mengelilingi. Itu adalah reaksi alamiah sel kekebalan tubuh jika ditemukan benda baru dalam tubuh. Dengan teknik pencitraan khusus, keberadaan sel kanker dan sel normal bisa diidentifikasi. Demikian pula sel kanker yang terjebak dalam implan.

Gambar-gambar ini menunjukkan perbedaan kolagen build- up dalam dua sampel jaringan . Kolagen diberi label dengan warna biru . Gambar kiri menunjukkan dinding kolagen tebal terbentuk di hadapan material yang banyak digunakan untuk perangkat implan . Sebaliknya , kolagen pada gambar kanan lebih merata tersebar di jaringan setelah hidrogel UW - rekayasa telah implanted.Lei Zhang , UW.

Gambar-gambar ini menunjukkan perbedaan kolagen build- up dalam dua sampel jaringan . Kolagen diberi label dengan warna biru . Gambar kiri menunjukkan dinding kolagen tebal terbentuk di hadapan material yang banyak digunakan untuk perangkat implan . Sebaliknya , kolagen pada gambar kanan lebih merata tersebar di jaringan hidrogel UW setelah direkayasa. Foto : Lei Zhang , UW.

Hasil uji yang dipublikasikan di Nature Communications menunjukkan, implan di lemak perut dan bawah kulit pada tikus penderita kanker payudara bisa menyedot dan menghentikan sel kanker dan mampu menekan munculnya tumor baru. Pimpinan studi Lonnie Shea dari Departemen Teknik Biomedik Universitas Michigan AS kepada BBC, Rabu ( 9/9 ), mengatakan uji klinis implan pada manusia akan segera dilakukan.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.