Komisi Eropa, badan eksekutif dari Uni Eropa, mengirim dua tambahan satelit navigasi Galileo ke luar angkasa. Satelit itu diluncurkan pada Jumat ( 11/9 ) pukul 09.08 WIB dari Pusat Antariksa Kourou di Guyana, Perancis, memakai roket Soyus. Setelah empat jam, kedua satelit lepas dari bagian atas roket.

Roket Soyuz meluncurkan dua satelit pertama sistem navigasi Galileo milik Uni Eropa (UE), Jumat (21/10), dari Guyana, Prancis.

Roket Soyuz meluncurkan dua satelit pertama sistem navigasi Galileo milik Uni Eropa (UE), dari Guyana, Prancis.

Konsepsi artis dari satelit GPS Blok II - F di orbit Bumi .

Konsepsi artis dari satelit GPS Blok II – F di orbit Bumi .

Penambahan itu, ada 10 setelit Galileo yang mengangkasa dari rencana 30 satelit. Meski sistem satelit navigasi itu baru beroperasi jika ada minimal 14 satelit, sinyal yang dipancarkan bisa diterima dengan perangkat cip kompatibel. ” Sejumlah perangkat cip dikembangkan melalui telepon pintar atau alat navigasi bagi mobil, ” kata Javier Benecdicto, manajer program Galileo dari Badan Antariksa Eropa, ESA, Jumat.

Galileo dirancang untuk melengkapi sistem satelit navigasi Amerika Serikat Global Positioning System ( GPS ) agar memberi presisi hasil lebih baik bagi pengguna. Selain Galileo dan GPS, sejumlah negara mengembangkan satelit navigasi, yakni Rusia dengan Glonass dan Tiongkok dengan Beidou.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.

Iklan