Tatapan dari bayi baru lahir kemungkinan bisa menunjukkan perilakunya beberapa tahun kemudian, termasuk si bayi nantinya hiperaktif atau tidak. Demikian hasil studi yang dipublikasikan pada Jumat ( 26/6 ) di jurnal Scientific Reports. Para peneliti mempelajari 80 bayi berusia 1-4 hari dan menghitung berapa lama bayi memfokuskan tatapan pada gambar yang ditunjukkan kepada mereka.

Setelah mereka berusia 3 – 10 tahun, peneliti meminta para orangtua mengisi kuesioner terkait perilaku anak. Hasilnya, bayi yang melihat gambar lebih singkat cenderung hiperaktif dan impulsif saat tumbuh besar dibandingkan dengan mereka yang melihat gambar lebih lama. Di sisi lain, bayi yang menatap gambar lebih sebentar rata-rata punya lebih banyak masalah perilaku saat masa kanak-kanak.

 Tatapan bayi yang baru lahir dapat memberi petunjuk, tentang apakah mereka akan mengalami masalah perilaku sebagai anak. (Getty images/ Thinkstock/MaxRiesgo)

Tatapan mata bayi yang baru lahir dapat memberi petunjuk kepada orangtuanya,  apakah ia akan mengalami masalah perilaku sebagai anak hiperaktiv di kemudian hari.

Perbedaan itu diyakini dipengaruhi faktor genetika atau lingkungan selama bayi ada dalam rahim. ” Riset ini menunjukkan, kemampuan bayi memperhatikan sesuatu secara visual tak sepenuhnya bergantung pada bimbingan orangtua atau dampak lingkungan seusai lahir, ” kata Angelica Ronald, penulis utama studi ini yang juga dosen di Birkbeck, University of London.

Namun, peneliti menekankan, tak ada satu tipe sifat lebih baik terhadap tipe lain. ” Mungkin orang yang mudah berganti atensi bisa sukses dalam balap mobil dan yang fokus lebih lama akan bagus di bidang seni, ” kata Angelica.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / JOG /Getty images / Thinkstock/MaxRiesgo .