Peserta lomba lari di lumpur barangkali harus mulai mengkhawatirkan tak hanya soal pergelangan kaki yang terkilir atau lutut yang tergores. Di Lelvens, Perancis, lebih dari 1.000 peserta lomba lari di lumpur mengalami sakit di bagian perut setelah berpartisipasi dalam laga yang berlangsung pada akhir pekan lalu. Media UPI melaporkan, Dewan Kesehatan Wilayah Perancis Selatan mengatakan, 1.000 dari 8.400 peserta yang ikut serta dalam The Levens Mud Day pada 20 Juni 2015 mengalami gejala gastroenteritis akut.

Lari gembira melewati genangan lumpur, membuat peserta terengah-engah saat medan mulai menanjak terjal melewati kawasan semak belukar.

Peserta lari gembira melewati genangan lumpur, membuat peserta terengah-engah saat lintasan mulai menanjak terjal melewati kawasan semak belukar.

Sebagian peserta masih bertahan melewati kubangan lumpur. Sebagian lainnya mulai merayap pagar besi untuk selanjutnya berlari melewati kubangan lumpur berikutnya.

Sebagian peserta masih bertahan melewati kubangan lumpur. Sebagian lainnya mulai merayap pagar kayu untuk selanjutnya berlari melewati kubangan lumpur berikutnya.

Pelari yang terjebak kubangan lumpur dalam dengan susah payah berusaha keluar dari jebakan lumpur pekat.

Pelari yang terjebak kubangan lumpur dalam dengan susah payah berusaha keluar dari jebakan lumpur pekat yang membenamkan kaki pelari.

Sakit perut yang umumnya berupa diare, muntah, dan deman itu disebabkan oleh norovirus. Penyakit infeksi ini merupakan penyebab utama radang lambung atau usus. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat menyatakan, norovirus ditransmisikan melalui air atau makanan yang terkontaminasi. Atau karena penderita sebelumnya memegang, menyentuh, permukaan yang terkontaminasi.

Pejabat Kesehatan mengaku tidak mengetahui pasti bagaimana para pelari terkontaminasi norovirus. Ada kemungkinan peserta lomba lari menelan lumpur yang terkontaminasi virus sepanjang lomba berlangsung.

UPI /LOK / Images : Dans la boue avec les.