Dalam sebuah ekspedisi pada 1872, para kru kapal HMS Chalengger mencoba mengukur kedalaman dengan menggunakan tali yang diberi beban dan diturunkan sampai menyentuh dasar laut. Cara pengukuran yang sederhana ini menunjukkan adanya dataran luas di dasar laut dengan ketiadaan bentang alam. Penelitian berikutnya mengonfirmasi penemuan Chalengger tersebut.

Dataran dasar laut Samudra Pasifik yang begitu dalam, gelap karena sinar matahari tak mampu menembus kedalaman hingga dataran dasar samudra.

Dataran dasar laut Samudra Pasifik yang begitu dalam, gelap karena sinar matahari tak mampu menembus kedalaman air hingga menyinari dataran dasar samudra.

Dan pada 1940 – an alat sonar juga mengonfirmasi dataran seperti itu di sejumlah lokasi di dunia. Dataran di dasar laut ( abystal plains ) merupakan sedimen yang terletak 3.000 sampai 6.000 meter di bawah permukaan samudra di wilayah yang memiliki temperatur sangat dingin dan berada dalam kedalaman total.  Dataran di dasar laut ini menutupi hampir separuh dari dasar laut yang ada di dunia dan menjadi tempat ekosistem terunik di planet ini.

Di laut dalam tersebut bisa ditemukan ventilasi termal dan juga cacing tabung ( tubeworms ), kepiting, ikan, dan beragam bakteria yang mampu memproduksi makanan tanpa kehadiran sinar matahari. Para ilmuwan yakin, dataran di dasar laut menyodorkan petunjuk tentang bumi primitif dengan mineral. Juga ventilasi hidrotermal dan struktur lainnya yang dibututuhkan bagi sebuah ekosistem yang tersembunyi itu.

Sumber : Geo Week.