Kemampuan hewan mengenali arah ditemukan pada cacing Caenorhabditis elegans berupa sensor magnetik ukuran nano di ujung saraf otak. Menurut temuan itu, yang dimua di jurnal eLife dan dikutip Rabu ( 17/6 ), ada dugaan molekul-molekul sama dipakai hewan kecil seperti kupu-kupu dan burung untuk menentukkan arah migrasi. Selama ini para peneliti tahu sentral sistem saraf responsif di medan magnet Bumi, tetapi belum ditemukan di sel mana sensor magnetik berada.

Cacing Caenorhabditis elegans betina.

Cacing Caenorhabditis elegans betina.

Percobaan laboratoriom  menunjukkan, semua cacing  bergerak turun saat tabung  diisi gelatin. Namun, saat cacing dari sejumlah wilayah Hawai, Inggris, atau  Australia, tak semua cacing bergerak turun.

Menurut Jon Pierce-Shimomura, profesor asisten  dari ilmu saraf di College of Natural Sciences University of Texas di Austin, AS, mereka bergerak ke arah yang biasanya  arah  turun di tempat asal mereka. Tahun 2012, peneliti dari Baylor College of Medicine menemukan sel burung perkutut mengolah informasi dari medan magnet.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / ISW.