Analisis terhadap 1.129 jenis protein pada 200 orang kembar menunjukkan kandungan kimia darah bisa mendeteksi penurunan fungsi otak yang memicu penyakit otak, seperti alzheimer dan demensia. Mereka yang fungsi otaknya menurun cenderung punya kadar protein MAPKAP5 lebih rendah pada darahnya. Institut Penuaan Nasional Departemen Kesehatan dan Bantuan Kemanusiaan Amerika Serikat menyebut demensia sebagai  gangguan otak yang berdampak pada komunikasi dan aktivitas harian.

Dr. Stevel Kiddle.

Dr. Stevel Kiddle.

Sedangkan alzheimer ialah bentuk demensia yang berakibat pada bagian otak pengendali proses berpikir, memori, dan bahasa. Meski pada 2050 diperkirakan ada 135 juta penderita demensia, belum ada obat untuk mengatasinya. Penurunan fungsi otak biasanya terjadi lebih dari 10 tahun sebelum kehilangan memori, kebingungan, dan perubahan kepribadian.

” Jika sulit membalikkan kerusakan otak selama 20 tahun, pengobatan di tahap awal penurunan fungsi otak diharapkan mencegah alzheimer dan demensia, ” kata anggota Konsil Riset Kedokteran di King’s College London Inggris, Steven Kiddle, Selasa ( 16/6 ). Tes darah membantu mengidentifikasi penurunan fungsi otak  meski sulit memastikan pasien akan kena alzheimer atau demensia.

Sumber : Kilas Iptek / BBC / MZW.