Situs media sosial Facebook, dapat menjadi alat yang efektif untuk menghubungkan dengan teman-teman baru dan lama. Teman lama yang telah lama hilang, tiba-tiba muncul di akun facebook, entah dengan nama samaran atau nama aslinya. Dengan kata lain teman lama atau baru saat ini banyak bertebaran jati dirinya menempel di laman facebook.

Kalau sudah begitu, facebook bisa menyedot perhatian orang untuk terpaku pada layar komputer, tablet, dan telepon pintar sambil menatap foto diri sedang mejeng atau memberitahukan perihal berita penting dan tentu saja undangan, entah perkawinan atau perkabungan. Beberapa pengguna facebook miturut Kilas Iptek yang terlalu lama menghabiskan waktu untuk melihat Facebook, sering membandingkan dirinya dengan teman dunia mayanya. Entah membandingkan prestasi akademik, atau kegiatan harian yang satu sama lain bisa dilihat di status Facebooknya.

 Telepon genggam pintar dan komputer telah membantu banyak pekerjaan manusia. Namun penggunaan kedua gadget itu memiliki efek samping. Seperti menimbulkan sakit pada bagian tubuh tertentu karena terlalu lama menggunakan perangkat keras itu. Mulai dari nyeri leher, bahu, hingga kecelakaan fatal.

Sambil belajar juga membuka akun Facebook di telepon pintarnya. Telepon genggam pintar dan komputer telah membantu banyak pekerjaan manusia. Namun penggunaan kedua gadget itu memiliki efek samping jika terlalu lama digunakan.  Salah satunya bisa menimbulkan depresi.

Kalau melihat prestasi akademik temannya yang menonjol dibandingkan pengguna Facebook yang prestasi akademiknya jeblok, maka akan menimbulkan depresi. Demikian kesimpulan dari penelitian Mai-Ly Steers dari University of Houston. Dari studi Steers, mereka yang suka membandingkan dirinya dengan orang lain di Facebook cenderung mengalami depresi.

” Ini tidak berarti Facebook menyebabkan depresi secara langsung. Namun, banyaknya waktu yang dihabiskan untuk membuka Facebook dan membandingkan diri sendiri dengan orang lain, terbukti linier dengan kemunculan perasaan depresi, ” kata Steers, pekan lalu.

Penelitian tersebut diterbitkan di Journal of Social and Clinical Psychology, baru-baru ini.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / AIK.