Tubuh kurus atau berat badan kurang pada usia paruh baya ternyata berdampak buruk pada kesehatan otak. Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di jurnal The Lancer Diabetes and Endocrinology, Jumat ( 10/4 ), mereka yang kekurangan berat badan di usia lebih dari 40 tahun rentan menderita demensia atau pikun lebih tinggi 34 persen pada 15 tahun berikutnya. Ini dibandingkan dengan yang berat badannya normal atau bahkan kegemukan.

Mereka yang kelebihan berat badan memiliki pengurangan 18 % pada demensia , peneliti menemukan

Peneliti menemukan, mereka yang kelebihan berat badan memiliki pengurangan 18 persen terhadap gejala terjadinya demensia saat usia di atas 40 tahun.

Kenapa ? Belum pasti jawabannya. Anggota tim peneliti yang juga ahli epidemiologi klinis di London, Inggris, Nawab Qizilbash, menduga faktor diet, olahraga, lemah tubuh, serta kekurangan vitamin D dan E pemicunya.

Hubungan itu diperoleh setelah tim menganalisis hampir 2 juta orang berumur lebih dari 40 tahun di Inggris. Hasilnya menunjukkan kelebihan berat badan di usia paruh baya justru melindungi otak. Bahkan, mereka yang indeks massa tubuhnya pada usia paruh baya 40 justru memiliki risiko demensia 29 persen lebih rendah dibandingkan yang punya berat tubuh sehat.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.