Seorang kepala sekolah di Amerika Serikat terkejut bukan kepalang. Buku koleksi perpustakaan sekolahnya akhirnya kembali dengan selamat setelah dipinjam selama 65 tahun. Lort Wyborney, Kepala SMA John R Rogers, di kota mungil Spokane, Negara Bagian Washington, semakin terkejut karena novel Gone with the Wind itu ditemukan kembali di gudang bawah tanah seorang warga di Maine,Negara Bagian Washington,  yang terletak di ujung pantai barat AS.

Sedangkan letak Maine berada di ujung timur Amerika Serikat, terbentang jarak ribuan kilometer di antara kedua negara bagian itu. ” Tentu saja kami senang mendapatkan kembali buku itu, ” ujar Wyborney, Selasa ( 2/12 ) lalu. Ia memperoleh kembali buku itu sekitar seminggu silam setelah Wayne Hachey, warga Maine, menemukannya di gudang bawah tanah ayahnya.

Setelah menghilang dari rak perpustakaan SMA di Washington, Amerika Serikat, selama 65 tahun, buku 'Gone with the Wind' akhirnya dikembalikan. (IIustrasi/Pixabay/Condesign)

Buku Gone with the Wind akhirnya kembali ke perpustakaan, setelah 65 tahun menghilang dari rak perpustakaan SMA di Washington. Ilustrasi / Pixabay / Condesign.

Tidak jelas bagaimana buku itu bisa berada di Pantai Timur, tulis Hachey dalam suratnya. Ayah Hachey tidak pernah sekolah di SMA John B Rogers. Wyborney pun membalas surat dan berjanji menghapus denda keterlambatan.

Saat buku tiba di SMA John R Roger, pada slip peminjaman di sampul, tertulis buku dipinjam pada 4 Janurai 1949. Dengan denda keterlambatan 2 sen setiap hari, total denda buku mencapai 474 dollar AS atau Rp 5,9 juta. Harga asli buku itu lebih murah, 350 dollar AS atau Rp 4,3 juta.

Dari slip peminjaman, diketahui pula buku dipinjamkan kepada siswi Betty Mandershied, yang nama dan fotonya tercantum pada buku tahunan SMA John R Rogers edisi 1949. Yang paling menarik dari cerita ini tetap tak terpecahkan dan masih menjadi misteri, bagaimana buku yang dipinjam seorang siswi bisa berakhir di tumpukan barang di gudang bawah tanah seorang pria, beribu-ribu kilometer jauhnya.

Reuters / APO.