Banyak penelitian mengenai dampak sangat gemuk alias obesitas. Yang paling gres saat ini adalah laporan lembaga Diabetes dan Endokrinologi Lancet, seperti dilaporkan BBC, Jumat ( 5/12 ). Mereka menggunakan model komputer untuk melihat risiko dan menghitung dampak berat badan pada harapan hidup seseorang.

Dibandingkan dengan laki-laki berusia 20-30 tahun dengan berat badan ideal, laki-laki obesitas pada usia yang sama berpotensi kehilangan 8,4 tahun hidupnya. Sedangkan pada perempuan kehilangan 6,1 tahun hidupnya. Mereka yang obesitas akan menghabiskan 18,8 tahun hidup dengan kesehatan yang buruk, sebaliknya bagi perempuan menghabiskan 19,1 tahun sakit-sakitan.

Pemilik tubuh gemuk identik dengan kemakmuran. Tapi dibalik tubuh gemuk, harus tetap waspada terhadap berbagai penyakit yang ada dalam tubuh.

Pemilik tubuh gemuk identik dengan kemakmuran. Tapi dibalik tubuh gemuk, harus tetap waspada terhadap berbagai penyakit yang ada dalam tubuh, khususnya diabetes dan kardiovaskuler. Karena itulah pernanan olahraga tak boleh ditinggalkan, alias harus rajin gerak badan.

Pada kelompok umur 40 hingga 50 tahun-an, laki-laki akan kehilangan 3,7 tahun masa hidupnya, sedangkan perempuan 5,3 tahun masa hidupnya. Adapun pada mereka dengan usia 60 hingga 70-an tahun, obesitas merenggut 1 tahun masa hidup, di luar 7 tahun hidup dengan kondisi kesehatan yang buruk.

” Studi pemodelan komputer kami menunjukkan obesitas berhubungan dengan peningkatan risiko terkena penyakit kardiovaskuler. Termasuk jantung dan stroke, serta diabetes, yang rata-rata secara dramatis mengurangi harapan hidup seseorang, ” kata Guru Besar Universitas McGill, Kanada, Steven Grover.

Sumber : Kilas Iptek / GSA.