Pijat dipercaya salah satu bagian penting dalam proses tumbuh kembang bayi. Namun, jika tidak dilakukan dengan metode dan teknik yang benar, pijatan pada bayi justru dapat menimbulkan kematian  akibat pendarahan pada otak. Pijatan pada bayi dapat dijadikan semacam rangsangan agar tumbuh kembang bayi lebih optimal.

“Sering kali dukun bayi  memijat kepala bayi dengan alasan agar  bentuknya bagus. Pijatan ini jika terlalu keras bisa menyebabkan pendarahan otak karena kepala bayi masih lunak, ” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Sunartini Hapsara  pada pelatihan pijat bayi untuk  awam di Rumah Sakit Akademik UGM di Desa Trihanggo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat ( 21/11).

Pijat yang dilakukan kepada bayi sudah biasa dilakukan masyarakat Indonesia khususnya di Jawa pada dasarnya memiliki manfaat baik untuk kesehatan. Namun jika pemijatan itu dilakukan dengan tidak benar maka justru akan berakibat fatal bahkan hingga kematian. Foto :   TEMPO/Gunawan Wicaksono.

Pijat kepada bayi sudah biasa dilakukan masyarakat Indonesia khususnya di Jawa. Pijat memiliki manfaat baik untuk kesehatan dan kebugaran. Namun jika pemijatan itu dilakukan dengan tidak benar maka justru akan berakibat fatal bahkan hingga kematian. Foto : TEMPO / Gunawan Wicaksono.

Pendarahan otak pada bayi  bisa berujung kematian. Menurut Sunartini, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, tercatat lima  bayi meninggal di Rumah Sakit Umum Pusat Dr Sardjito, Sleman karena pendarahan pada otak akibat teknik memijat yang keliru. Pelatihan diberikan untuk mengurangi risiko kematian atau timbulnya kelainan otak permanen pada bayi yang dipijat dengan teknik yang tidak benar.

Sumber : Kilas Iptek / DRA.