Kandungan perklorat yang tinggi pada ibu selama kehamilan trismester pertama memengaruhi tingkat kecerdasan intelektual ( IQ ) anak menjadi cenderung rendah. Tingginya zat perklorat mengganggu fungsi hormon tiroid yang penting bagi perkembangan otak anak. Bukti itu diperoleh dengan memeriksa kekurangan yodiom dan disfungsi tiroid terhadap 487 wanita hamil di Cardiff, Inggris, dan Turin, Italia.

Pemeriksaan juga dilakukan terhadap IQ anak mereka saat berusia tiga tahun. Hasilnya, 10 persen ibu hamil dengan kandungan perklorat tertinggi dalam tubuh punya potensi tiga kali lebih besar memiliki anak dengan IQ termasuk 10 persen terendah. Perklorat sering ditemukan pada air minum dan makanan.

R. Thomas Zoeller , endokrinologi dan profesor biologi di University of Massachusetts Amherst , difoto di lab di universitas pada Rabu 5 , 2010. Zoeller adalah seorang ahli dalam racun lingkungan dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi perkembangan anak . ( Matius Cavanaugh untuk The Boston Globe )

R. Thomas Zoeller , endokrinologi dan profesor biologi di University of Massachusetts Amherst , difoto di lab di universitas pada Rabu 5 , 2010. Zoeller adalah seorang ahli dalam racun lingkungan dan bagaimana mereka dapat mempengaruhi perkembangan anak . ( Matius Cavanaugh untuk The Boston Globe )

Namun, lembaga berwenang di banyak negara belum menentukan batas aman kandungan perklorat pada makanan dan minuman. Senyawa ini bisa terbentuk di alam atau buatan manusia dan digunakan juga sebagai bahan bakar roket, kembang api, dan pupuk. Thomas  Zoeller, profesor biologi Universitas Massachusetts Amherst, AS, Rabu ( 8/10 ), mengatakan, temuan itu bukti perklorat menghambat transportasi yodiom untuk tiroid.

Sumber : Kilas Iptek / Science Daily / MZW.