Cukup banyak spesies ikan tropis yang bermigrasi ke kutub memperbanyak rentang habitatnya. Begitu memperluas habitatnya, ikan-ikan itu dengan sendirinya menyerbu kelp, sejenis lumut yang berada di dasar laut dan padang rumput laut yang merupakan sumber makanan. Di wilayah tropis, ikan pemakan tumbuhan tersebut merupakan bagian penting dari ekosistem.

Dalam wilayah bertemperatur sedang, perusakan rumput laut yang masif  bisa membahayakan ekosistem, bahkan bisa berakibat fatal. Ikan-ikan unicorn ( ikan bertanduk ), ikan burung kakatua ( karena badannya berwarna-warni ), dan ikan kelinci adalah tiga jenis ikan yang menjadi penyebab. Jika ketiga jenis ikan ini jumlahnya kian banyak, perusakan padang rumput laut akan merusak karang dan mengubah ekologi laut.

Siganidae juga disebut rabbitfish yang berarti ikan kelinci karena moncongnya memang menyerupai kepala kelinci. Duri-duri pada ikan beronang mengandung racun.

Siganidae juga disebut rabbitfish yang berarti ikan kelinci karena moncongnya memang menyerupai kepala kelinci.

Ikan aneh yang disebut juga "unicorn fish" ini diberi nama Nimrod. Tonjolan menyerupai hidung itu sebenarnya tanduk yang bisa muncul di tempat berbeda pada hewan.

Ikan bertanduk yang disebut juga “unicorn fish” ini diberi nama Nimrod. Tonjolan menyerupai hidung itu sebenarnya tanduk tumbuh di atas mulut ikan.

Ikan kakatua (Scarus croicensis) yang berasal dari famili Scaridae ini jinak namun lincah bergerak ke sana ke mari di antara batu karang. Selain itu ia bisa dicampur dengan jenis ikan hias lainnya, sehingga banyak diminati penggemar ikan hias.

Ikan kakatua ( Scarus croicensis ) yang berasal dari famili Scaridae ini jinak bergerak ke sana ke mari dengan lincah di antara batu karang.  Ia bisa dicampur dengan jenis ikan hias lainnya, sehingga banyak diminati penggemar ikan hias.

Untuk itulah wilayah yang paling parah terkena dampak adalah di selatan Jepang dan di timur Laut Mediterania. Namun, ancaman juga terjadi di perairan Australia dan Amerika Serikat. Arus bawah laut semakin memperumit persoalan karena arus air mengakibatkan temperatur naik tiga kali temperatur rata-rata global yang sekaligus menciptakan mekanisme yang mempercepat penyebaran ikan-ikan itu.

Sumber : Geo Week / Photo : netraniadventures.com.