Jadi anak jangan nakal karena akan kualat. Demikian nasehat orangtua bagi anak-anak nya yang akan menginjak remaja. Petuah ini pernah juga saya dengar dari ibu guru, saat duduk di bangku sekolah dasar dulu.

Petuah bijak memang ada yang masuk telinga anak dan dijalankan dengan benar menjadi anak penurut, akan tetapi ada yang masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri. Artinya petuah bijak boleh saja diberikan pada anak akan tetapi tak ada yang bisa menjamin apakah akan dilaksanakan dengan baik oleh anak.

Setelah anak remaja berangkat dewasa ternyata petuah bijak ini tidak dilaksanakan Frank Pospisil. Pasalnya pria berusia 33 tahun asal Dayton, Negara Bagian Ohio, Amerika Serikat, ini benar-benar bisa dibilang anak kurang ajar. Bagaimana tidak kurang ajar jika Frank tanpa rasa bersalah, terus menikmati uang santunan dari mendiang ibunya.

Frank Pospisil tetap menikmati uang santunan mendiang ibunya sejak meninggal dunia tahun 1981.

Frank Pospisil tetap menikmati uang santunan mendiang ibunya yang meninggal dunia tahun 1981.

Uang santunan dari program jaminan sosial milk mendiang ibunya yang meninggal dunia 1981 seharusnya diberikan selama 33 tahun. Saat ibunya masih hidup, uang santunan itu dinikmati anak nakal ini tanpa merasa bersalah sama sekali. Total jumlah uang yang dicuri itu terbilang fantastis, mencapai lebih dari 230.479 dollar AS atau sekitar 2,7 miliar rupiah.

Rabu pekan lalu Frank sadar dan mengaku kepada Pengadilan Distrik Dayton, bahwa dia telah mencuri uang santunan milik almarhum ibunya. Belum diketahui bentuk hukuman yang akan dijatuhkan pengadilan kepada Frank Pospisil atas pelanggaran itu. Kini Frank menyesal telah berbuat curang karena itu siap menerima hukuman.

Reuters.

Iklan