Celana panjang ini diperkirakan berusia tertua di dunia, yang diterima dari German Archaeological Institute Peking. Usia celana ini diperkirakan 3.300 tahun yang ditemukan di wilayah Xinjiang, barat Tiongkok. Media Pemerintah Tiongkok menyiarkan, Jumat ( 6/6 ), celana berbahan bulu hewan itu ditemukan para arkeolog pada tubuh dua mumi yang diidentifikasi pengembala laki-laki berusia 40 tahun.

Kuburan kuno Yanghai, Tarim Basin, China membuka tabir sejarah peradaban manusio kuno dengan ditemukannya dua celana panjang, disinyalir berusia lebih dari 3.000 tahun. Saat ditemukan kondisi dua celana panjang itu dalam kondisi utuh. Disinyalir celana panjang itu milik dua jasad pengembala.

Data karbon dating atau menentukan usia artefak dengan menggunakan carbon-14 diketahui, penutup bagian bawah itu dikenakan pada masa 3.300 dan 3.000 tahun lalu.

Data karbon dating atau menentukan usia artefak dengan menggunakan carbon-14 diketahui, penutup bagian bawah itu dikenakan pada masa 3.300 dan 3.000 tahun lalu.

Makalah ini mendukung gagasan bahwa celana panjang ditemukan untuk menunggang kuda, oleh para penggembala yang berpindah. Dan celana dibawa ke Tamrin Basin oleh para penunggang kuda," kata ahli bahasa, Victor Mair dari University of Pennsylvania kepada Science News.

Ahli bahasa, Victor Mair dari University of Pennylvania kepada Science News mendukung gagasan bahwa celana panjang ditemukan untuk menunggang kuda, oleh para penggembala yang berpindah. Dan celana dibawa ke Tamrin Basin oleh para penunggang kuda.

Kondisi fisik celana panjang kuno terbuat dari 3 lembar kain. Masing-masing satu kaki, lainnya untuk bagian selangkangan. Ketiganya dijahit menjadi satu, dihias dengan tenunan dan serbuk dari tali. Media lokal Science News, melaporkan temuan itu pada 22 Mei 2014, bersumber dari laporan  Daily Mail.

Ulrike Beck dan para koleganya dari German Archaeological Institue, Berlin, Jerman, menduga celana itu dikenakan pada masanya oleh para penunggang kuda.  Usia celana tersebut terkait dengan permulaan era para penunggang kuda di Tiongkok, yang diperkirakan berawal sejak 4.000 tahun lalu. Apalagi juga ditemukan pelana dan senjata dalam liang yang sama.

Daily Mail / Science News.

na panjang itu dibuat dari 3 lembar kain, satu untuk masing-masing kaki, lainnya untuk bagian selangkangan, yang dijahit menjadi satu. Dihias dengan tenunan dan sabuk dari tali. Benda itu ditemukan bersama sejumlah item pakaian lain di pemakaman Yanghai di Tarim Basin.Sebuah makalah baru yang ditulis oleh Ulrike Beck dan para koleganya dari German Archaeological Institute, Berlin, Jerman menduga, celana itu dipakai untuk berkuda pada masa lalu.Berdasarkan karbon dating atau penentuan usia artefak menggunakan carbon-14 diketahui, penutup tubuh bagian bawah itu berusia 3.300 tahun. Mungkin menjadi yang tertua yang pernah ditemukan utuh sepanjang sejarah.

Usia celana tersebut terkait dengan permulaan era para penunggang kuda di Tiongkok, yang diperkirakan berawal sejak 4.000 tahun lalu. Apalagi juga ditemukan pelana dan senjata dalam liang yang sama.

“Celana panjang adalah bagian penting dari peralatan yang meningkatkan kualitas fisik manusia,” kata Ulrike Beck, seperti Liputan6.com kutip dari Daily Mail, Selasa (3/6/2014).

Temuan itu menandakan suatu periode ketika orang membutuhkan pakaian baru untuk berkuda. Pakaian yang sudah lebih dulu ada, seperti jubah dan toga tidak cocok untuk menunggang kuda. – See more at: http://m.liputan6.com/news/read/2057873/celana-3300-tahun-di-kuburan-kuno-china-tertua-di-dunia#sthash.9ZFjn0Ks.dpuf