Kompetisi di bidang ini ( makhluk teraneh di laut dalam ) sangat ketat. Beragam ikan aneh dan sejumlah makhluk hadir di zona tengah malam ( midnight zone ) area yang ada di semua samudra di seluruh dunia.  Meski demikian kandidat yang paling diperhitungkan adalah anglerfish, ikan di laut dalam yang bentuknya aneh.

Ikan ini memiliki kaitan di ujung dahinya. Menurut situs Geo Week dalam paparan mingguannya, disebut zona tengah malam, karena kegelapannya. Zona itu terletak di kedalaman 1,000 sampai 4.000 meter di bawah laut. Sejumlah makhluk laut bisa bertahan hidup di zona yang tak tersentuh sinar matahari itu, tetapi anglerfish bisa berkembang biak.

Foto: Sebuah close-up dari anglerfish. Tampak seperti sesuatu dari film fiksi ilmiah, anglerfish menggunakan iming-iming alami untuk menarik makan dekat berikutnya.

Foto  close-up dari anglerfish. Tampak seperti sebuah film fiksi ilmiah. Anglerfish menggunakan iming-iming alami untuk menarik mangsanya lebih dekat untuk dia makan.

Anglerfish betina memiliki rahang selebar kepala yang dipenuhi gigi yang sangat tajam. Di ujung dahinya mencuat organ pipih yang menyerupai kail pancingan. Organ ini berguna untuk memancing mangsa karena bakteri Bioluminescence yang berada di dalamnya membuat organ itu bisa mengeluarkan cahaya.

Keanehan anglerfish bukan hanya pada tampilannya. Anglerfish jantan yang tubuhnya lebih kecil daripada betinanya, tidak memiliki rupa yang menyeramkan seperti si betina. Ia punya kelebihan lain yang dipertontonkannya ketika memasuki masa kawin.

sistem pencernaan laki-laki berdegenerasi, membuatnya tidak mampu makan secara mandiri, yang memerlukan dengan cepat menemukan anglerfish perempuan untuk mencegah kematiannya.

Sistem pencernaan anglerfish jantan berdegenerasi, membuatnya tidak mampu makan secara mandiri. Ia memerlukan dengan cepat  anglerfish betina untuk mencegah kematiannya akibat kurang makan.

Untuk menarik perhatian pasangannya, si jantan menggigit perut si betina sampai mengeluarkan enzim  yang mencampurkan kedua kulit mereka. Maka terjadilah pencampuran permanen di antara keduanya, baik secara fisik maupun makna. Si betina kemudian akan memelihara si jantan dengan cara memberi makanan.

Sebaliknya, si jantan akan terus menyuplai sperma yang kemudian digunakan si betina untuk menyuburkan telur-telurnya.

Sumber : Geo Week.