Para peneliti di Amerika Serikat menemukan bagaimana cara melawan proses penuaan, setidaknya pada tikus percobaan. Studi itu menunjukkan plasma darah tikus muda punya khasiat khusus bagi tikus yang lebih tua. Lewat suntikan plasma darah tikus berumur 3 bulan kepada tikus berumur 18 bulan, kemampuan mengingat tikus lebih tua itu jadi lebih baik dibandingkan tikus sejenis dengan umur sama tanpa suntikan plasma.

” Ada faktor dalam darah tikus muda yang dapat mengisi ulang otak tikus lebih tua sehingga berfungsi seperti tikus muda, ” kata Dr Tony Wyss-Coray dari Standford University School of Medicine, AS seperti dikutip BBC News, Senin ( 5/5 ). Studi itu dipublikasikan di Nature Medicine. Kini para peneliti intensif mencari tahu faktor-faktor itu dan dari jaringan mana asalnya.

Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Medicine, tikus berusia 18 bulan diberi suntikan bagian cairan darah (plasma) yang diambil dari tikus berusia tiga bulan.

Dalam studi yang dipublikasikan di Nature Medicine, tikus berusia 18 bulan diberi suntikan bagian cairan darah (plasma) yang diambil dari tikus berusia tiga bulan.

Para peneliti juga mengupayakan dikaitkan dengan penanganan kasus kepikunan ( dementia ). Meskipun belum tentu sama pada kasus manusia, uji klinis sudah direncanakan.

Dua penelitian dua tim berbeda juga menemukan kemiripan, yakni bagaimana darah tikus lebih muda berefek antipenuaan pada otot jantung. Selain itu pula juga menumbuhkan sel-sel baru pada tikus tua, termasuk memperbaiki indera penciumannya.

Sumber : BBC / GSA.