Semua buku pelajaran biologi pasti akan menyebut buaya sebagai hewan karnivora alias pemakan daging. Namun, peternakan buaya di dekat kota Kariba, Zimbabwe, membuktikan hewan predator ganas ini bisa menjadi vegetarian.

Dimulai pada 2006, saat krisis ekonomi parah melanda Zimbabwe, daging menjadi langka dan sangat mahal harganya di negara itu. Sejak saat itulah pengelola peternakan buaya Nyanyana mulai mengadakan eksperimen dengan memberi makan buaya ternaknya, dengan pelet yang terbuat dari tepung maizena dan konsentrat protein.

Buaya berenang di dalam penampungan di Nyanyana Crocodile Farm di Kariba, Zimbabwe (2/4). Buaya predator paling ditakuti di Afrika, Namun di Zimbabwe buaya diternakan. REUTERS/Philimon Bulawayo.

Buaya berenang di dalam penampungan di Nyanyana Crocodile Farm di Kariba, Zimbabwe (2/4). Buaya predator paling ditakuti di Afrika, Namun di Zimbabwe buaya diternakan. REUTERS / Philimon Bulawayo.

Di luar dugaan, buaya-buaya Sungai Nil yang terkenal ganas itu ternyata doyan menyantap pelet itu. Pada awalnya, pelet ini masih mengandung 50 persen daging. Dalam perkembangannya, kandungan daging mulai berangsur-angsur dikurangi.

” Sekarang kami tak memberi makan mereka daging lagi, ” kata Oliver Kamundimu, Direktur Keuangan Padengan Holdings, perusahaan pengelola peternakan itu. Selain hemat biaya, santapan vegetarian ini dikabarkan juga membuat kualitas kulit buaya lebih bagus.

Reuters / DHF.