Kandungan bisphenol A ( BPA ) dan phthalate tinggi pada tubuh suami ataupun istri berdampak sma, membuat istri sulit hamil. Kandungan phthalate yang tinggi pada suami membuat waktu yang diperlukan istri untuk hamil lebih lama 20 persen. Temuan yang dimuat dalam jurnal Fertility and Scerility itu menunjukkan, kondisi tubuh laki-laki memengaruhi kesuburan istri, kata Direktur Riset Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Nasional ( NIH ) Amerika Serikat.

Germaine Buck Louis kepada Livescience, Rabu ( 5/2 ), BPA adalah senyawa sintetik berbasis karbon yang digunakan sebagai campuran bahan plastik sehingga terlihat jernih dan kuat. Bahan ini banyak digunakan pada botol susu bayi ataupun sejumlah peralatan olahraga. Phthalate adalah senyawa kimia mirip hormon yang biasa digunakan dalam industri makanan, plastik, dan sejumlah produk kecantikan, seperti minyak wangi dan sampo.

BPA dan phtalate menghambat pematangan sel telur, mengganggu hormon, dan mengubah perkembangan organ reproduksi. Kedua zat ini ternyata banyak ditemukan pada tubuh pasangan yang melakukan terapi kesuburan. Meski dampak phthalate sudah diketahui, batas aman paparan zat ini untuk kesehatan belum ada kesepakatan. ” Phthalate tertentu dapat mengurangi kemungkinan pembuahan bagi pasangan yang sehat, ” kata Louis.

Sumber : Kilas Iptek / Livescience / MZW.