Daun bambu muda mengandung flavonoid, lakton, dan asam fenolat yang berfungsi sebagai antioksidan dapat diolah jadi camilan sehat. Asep Suryadi, mahasiswa Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan, Fakultas Teknologi, Institut Pertanian Bogor, memanfaatkan daun bambu menjadi keripik. Keripik dari daun bambu muda selanjutnya diberi nama Krimi Danbu alias Keripik Mi Daun Bambu.

Selain daun bambu muda,  ruas batang   digunakan untuk bahan bangunan ataupun kerajinan tangan. Sedangkan tunas bambu muda berbentuk bonggol  dimanfaatkan untuk membuat sayur rebung  peneman nasi putih wangi aroma daun pandan. Di China, masyarakat setempat menggunakan daun bambu sebagai bahan pengobatan herbal, menghilangkan dahak dan meredakan batuk dan susah bernapas.

Pemilihan keripik, kata Asep, karena jenis makanan ringan ini disukai masyarakat Indonesia. Bahan Krimi Danbu dibuat dari daun bambu muda. Cara mengolahnya, daun bambu muda direbus untuk menghilangkan bulu, selanjutnya diolah menjadi keripik lezat dan sehat.

Indonesia yang terletak di Khatulistiwa, banyak dijumpai pohon bambu. Mulai dari batangnya, bonggol muda hingga daunnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Saat ini daun bambu muda bisa diolah menjadi keripik daun bambu muda yang renyah bercita rasa kriuk.

Indonesia yang terletak di Khatulistiwa, banyak dijumpai pohon bambu. Mulai dari batangnya, bonggol muda anakan batangnya, hingga daunnya bisa dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Salah satunya saat  ini daun bambu muda bisa diolah menjadi keripik daun bambu muda yang renyah bercita rasa kriuk.

Berdasarkan hasil penelitian lain, daun bambu mengandung zat-zat aktif polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen dan sebagainya. Zat-zat ini dapat menurunkan kadar lemak darah dan kolesterol. Selain itu, dapat berfungsi menurunkan oksidasi atau radikal bebas, bahan anti-penuaan, penjaga stamina serta mencegah penyakit kardiovaskular. 

Sumber : Kilas Iptek / */ELN

Iklan