Natal segera tiba dan bagi sahabat sehat dengan reiki kundalini yang akan merayakannya tentu menyambut dengan gembira. Siang ini kebetulan sahabat FB saya, Mbak Reyta Martha sedang sibuk menghias pernak pernik pohon Natal di rumahnya nan asri Wonosari Gunung Kidul. Ia tengah mendekor hiasan bersuasana Natal agar tamu yang nanti datang ke rumahnya bisa merayakan Natal dalam kegembiraan.

Beliau  saya hubungi lewat chatting internet FB tentu sudah merasakan arti gembira bagaimana merayakan Natal bersama keluarga, kekasih bahkan kerabat lainnya dalam menyambut Natal  nantinya. Ibarat tamu yang akan datang ke rumah, tentu selaku tuan rumah harus menyambut dengan hati gembira. Namun tidak semua saudara kita yang akan dan telah merayakan Natal bertahun-tahun lamanya mendapatkan kegembiraan saat perayaan Natal itu tengah dirayakan.

Pasalnya, sudah jamak jika perayaan Natal bisa dirayakan bersama keluarga dan salah satu keluarga yang mengaku tidak gembira saat Natal tiba adalah  Eyang James Gray asal London. Eyang Gray mengaku sudah 9 tahun merayakan Natal dalam kesendirian tanpa kerabat yang mendampinginya. Saat ini ia berusia 85 tahun dan mengaku pensiunan kepala pelayan, hidup sendirian dan tidak dijelaskan kepada UPI, mungkin istrinya sudah wafat atau pergi meninggalkannya.

Eyang Gray mengaku tidak ada sanak kadang yang menemaninya saat Natal tiba yang membuatnya resah kenapa di hari bahagia itu tidak ada kegembiaraan sama sekali di hatinya. Untuk meredam kegelisahan yang mungkin akan terjadi saat merayakan Natal nanti, sejak awal bulan Desember ini Eyang Gray memasang iklan di harian Irish Post London Inggris. Isi iklan yang dia rancang adalah, mau mencari orang yang mau diajak merayakan Natal bersama.

James Gray sudah 10 tahun merayakan Natal dalam kesendirian. Ia hidup sendiri di kota besar London dan berharap Natal tahun ini bisa dia rayakan bersama orang lain.

James Gray ( 85 ) sudah 10 tahun merayakan Natal sendirian. Ia hidup mandiri di kota besar London dan berharap Natal tahun ini bisa dia rayakan bersama orang lain. Picture copyright : Malcolm McNally/ Irish Post.

Soal gender yang akan diajak merayakan Natal bersama tidak disebutkan, akan tetapi gratis untuk berbagi bersama saat merayakan Natal. Ia mengaku, saat Natal tiba berat bagi orang tua sepertinya, dan harus hidup sendirian,  melihat orang lain gembira. Ternyata iklan penuh suka cita menyambut Natal ini direspon warga Inggris.

Respon pertama datang dari seorang wanita tanggal 12 Desember  yang mengatakan sudah terlanjur berlibur akhir tahun bersama orang lain. Selanjutnya surat datang  ke alamat Eyang Gray beberapa hari lalu yang mengabarkan kegembiraan. Dalam suratnya, si pengirim bahkan akan mengajak Eyang Gray makan malam bersama saat malam Natal tiba.

Dukungan kepada Eyang Gray pun datang dalam bentuk ribuan pucuk surat ke rumahnya, membuat Eyang Gray trenyuh dan sebisa mungkin membalasnya. ” Isi surat dukungan sangat menyentuh dan saya terharu menerima surat dukungan itu, ” katanya kepada UPI  ( 26/12 ). Kegembiraan merayakan Natal sudah seharusnya dinikmati Eyang James Gray nantinya, sekalipun dirayakan bersama teman korespondensi dan bukan keluarga terdekat.