Sekitar 150 tahun setelah ekspedisi Marco Polo ke negara-negara Asia, seorang pedagang dari Venesia, Niccolo de Conti ( 1395 – 1469 ) lalu belayar ke India, Asia Tenggara, dan China. De Conti berlayar meninggalkan Venesia tahun 1419 menuju Damaskus, Suriah. Di negeri ini dia mempelajari bahasa Arab dan kebudayaan Islam.
Setelah cukup waktu ada di negeri Suriah, De Conti kemudian memulai pernjalanan selama 29 tahun, ke arah Timur. Ia mengunjungi Arab, Persia, India, China dan sebagian besar wilayah Asia Tenggara termasuk Myanmar, Semenanjung Melayu, Jawa, Sumatera, dan Vietnam. De Conti bertemu dengan istrinya di India dan pasangan ini memiliki empat anak.
Menurut situs Geo Week, keluarga De Conti kemudian ikut juga berlayar bersama dengan melakukan petualangan ke negara lain. Pada tahun 1430 – an mereka kembali ke Italia melalui India dan Mesir. Di dalam perjalanan yang melelahkan itu, istri dan kedua anaknya meninggal karena wabah penyakit.
De Conti kemudian kembali ke Venesia pada tahun 1444 dan menjalani kembali kesehariannya sebagai pedagang yang dihormati warga sekitar. Paus kemudian meminta De Conti untuk menceritakan pengalamannya kepada kesekretariatan kepausan. Tahun 1492 perjalanannya itu untuk pertama kali dipublikasikan dalam bentuk buku.
Buku inilah yang kemudian menginspirasi generasi penjelajah berikutnya seperti Alfred Russell Wallace. Kisah perjalanan De Conti juga dilengkapi dengan dua peta yang sangat terkenal di era itu. Kedua peta itu adalah peta Genoese ( 1447 – 1497 ) dan peta dunia Fra Mauro ( 1457 ).
Sumber : Geo Week.
Nov 30, 2013 @ 04:28:48
baru tahu ttg Niccolo de Conti mbak
btw, apa kbr mbak ? maaf baru bisa berkunjung , baru balik dr mudik soalnya 😛