Kita punya mulut untuk  bicara kepada siapa saja yang kita kenal. Bicara bisa dilakukan dimana saja, kapan saja dan dalam suasana apa saja. Pokoknya orang bicara itu bebas dan dijamin undang-undang, asalkan yang  dibicarakan hal-hal yang bermanfaat. Kalau bicara soal gosip yang sekarang ini lebih banyak menyorot soal korupsi, perselingkuhan sudah ada ahlinya yang mengurusi.

Kembali ke masalah mulut yang tidak boleh digunakan, rasanya rada aneh kalau ada peraturan semacam ini diberlakukan. Apalagi kalau  bicara dengan mulut sendiri sah-sah saja dan tidak ada yang melarang. Justru larangan bicara ini baru saja diberlakukan kepada pengunjung restoran dimana dibikin peraturan selama makan di restoran, tamu tidak boleh bicara kepada lawan bisnisnya.

Padahal kesempatan makan bersama di restoran umumnya diikuti dengan pembicaraan dari soal remeh temeh, serius, soal bisnis dan seabrek pembicaraan lainnya. Saling mengobrol bercerita tentang lezatnya makanan yang sedang disantap oleh tamu restoran ternyata tidak berlaku di restoran Brooklyn, New York City, Amerika Serikat. Restoran ini memberlakukan aturan tidak boleh bicara selama makan.

Alasannya,  banyak restoran lain di saat tamu sedang menikmati makanan diselingi obrolan yang cukup berisik didengar, sehingga mengganggu orang yang memang benar-benar menikmati makanan tanpa bicara sepatah kata pun. Untuk itulah agar suasana hening, tenang, dan nyaman ada di areal tempat makan, maka setiap hari Jumat dan Sabtu malam, restoran ini menawarkan menu istimewa berupa  makan malam sunyi. Ini bukan jenis makanan lezat untuk dinikmati akan tetapi berupa paket keheningan di saat orang sedang menikmati lezatnya makanan di restoran.

Jika ingin sunyi selama makan, silahkan menikmati setiap jengkal makanan masuk mulut tanpa mulut bicara mengomentari lezat tidaknya makanan yang sedang dicecap.

Jika ingin sunyi selama makan, silahkan menikmati setiap jengkal makanan masuk mulut tanpa mulut bicara mengomentari lezat tidaknya makanan yang sedang dicecap.

Ssst, jangan berisik saat sedang makan di restoran ini. Nanti anda disuruh keluar oleh pemilik restoran. Demikian ujar sepasang kekasih yang hendak makan di restoran Brooklyn, NY.

Ssst, jangan berisik saat sedang makan di restoran ini. Nanti anda disuruh keluar oleh pemilik restoran. Demikian ujar sepasang kekasih yang hendak makan di restoran Brooklyn, NY. ( 16/10 )

Selama penyajian empat macam makanan secara berturut-turut dihidangkan kepada tamu selama 1 jam, dilarang berbicara. Jika ada yang melanggar aturan ini, tamu yang bicara akan disuruh menghabiskan sisa makanannya di bangku yang ditempatkan diluar restoran. Dengan kata lain jika Anda sedang makanan di restoran ini, gemar mencampur makanan dan diselingi bicara, maka di sinilah tempatnya. Lantas, apa enaknya makan di restoran tanpa bicara ?

Kenapa restoran ini tidak dikhususkan untuk tamu restoran yang menyandang predikat tunawicara saja. Untuk pertanyaan iseng ini pihak restoran tidak mau berdebat menjawab. Intinya, pengelola ingin suasana lain daripada lain, yaitu dalam sunyi, makanan akan lebih enak disantap seandainya rongga mulut tidak bicara, tapi mencoba mencecap setiap jengkal makanan yang masuk ke mulut.

Kalau begitu pernahkan anda mencoba makanan tanpa bicara? Atau anda sering bicara saat makan. Coba  bandingkan sensasi rasa makanan saat dicecap antara mulut bicara dengan mulut mingkem saja. Bagaimana rasanya ?

AFP.