Teknologi nirkabel ( Wi-Fi ) sudah diterapkan di stasiun luar angkasa, tetapi penerapan di dasar samudra masih menjadi tantangan. Rambatan gelombang radio yang membawa sinyal di laut akan lamban. Para peneliti University at Buffalo, AS , antara lain insinyur kelistrikan Tommaso Melodia, sebagaimana diberitakan Livescience, Rabu ( 16/10 ) membangun prototipe jaringan nirkabel berbasis gelombang suara.

Modem bawah air mampu mengeluarkan suara bernada tinggi yang bisa merambat sejauh 1 kilometer. Tim peneliti menjajal teknologi ini dengan menurunkan sensor seberat 18 kilogram ke dasar Danau Erie untuk mendengar bunyi modem.

Profesor Tomasso Melodia, meraih gelar akademi di  Ph.D., University of Roma La Sapienza, Italy, 2006 Georgia Institute of Technology, 2007

Associate Professor Tomasso Melodia, meraih gelar akademi di Ph.D., University of Roma La Sapienza, Italy, 2006 dan
Georgia Institute of Technology, 2007

Hasilnya, gelombang dari modem mengalir lamban seperti sistem telepon 30 tahun lalu. Peneliti berharap suatu saat jaringan nirkabel berteknologi lebih cepat bisa dimanfaatkan dalam sistem peringatan tsunami.

Sumber : Live Science / ICH.