Libur panjang hari kejepit sungguh nikmat berkumpul dengan keluarga, apalagi cucu kedua saat ini hampir 6 bulan usianya. Kebutuhan ASI sudah cukup dan saat ini dibantu dengan susu formula plus energi air susu ibu nya yang setiap saat sehat dengan reiki akses dan kirimkan agar menyatu dengan susu formula yang diminum dalam botol. Pertumbuhan bayi cukup signifikan beratnya, imunitas tubuh meningkat, sekaligus pembentukan antibodi seiring pemberian susu formula plus.

Menurut kata dokter anak, bayi jelang usia 6 bulan sudah dipersiapkan untuk menerima makanan pendamping ASI atau disingkat MPASI. Secara psikologis dengan mengamati kondisi bayi setiap hari, terlihat bayi akan memperlihatkan perilaku makan lanjutan, lebih mandiri dan eksploratif dengan tangannya yang meraih benda di dekatnya. Saat lapar karena susu formula lambat diberikan, akan menangis kencang dengan memajukan tubuhnya ke depan ke arah makanan.

Pada umumnya setelah 6 bulan, kebutuhan nutrisi bayi tidak dapat terpenuhi hanya oleh ASI saja. Selain itu keterampilan makan alias oromotor skill terus berkembang dan bayi mulai memperlihatkan minat akan makanan lain selalu susu ASI atau susu formula. Karena itu pemberian MPASI dengan tetap akan bermanfaat bagi pemenuhan kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang bayi.

Saat bayi masuk usia 6 bulan periode ini disebut dengan masa penyapihan alias  weaning  yang merupakan proses dimulainya pemberian makanan khusus selain ASI. Menurut Sri S. Nasar dari Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam Klasika Apa Kata Dokter, menulis, pemberian MPASI tentu saja disesuaikan dengan jenis, jumlah, frekuensi maupun tekstur dan konsistensinya sampai kebutuhan nutrisi anak dipenuhi oleh makanan.

Selain ASI sebagai makanan utama bayi yang baru lahir, pemberian susu formula plus terpaksa diberikan karena ASI sudah tidak keluar. Untuk itulah, susu formula dalam botol kita campur dengan energi ASI ibu bayi agar menyatu, membentuk antibodi yang prima untuk tumbuh kembang bayi seiring pemberian vaksinasi.

Selain ASI sebagai makanan utama bayi yang baru lahir, pemberian susu formula plus terpaksa diberikan karena ASI sudah tidak keluar. Untuk itulah, susu formula dalam botol kita campur dengan energi ASI ibu bayi agar menyatu, membentuk antibodi yang prima untuk tumbuh kembang bayi seiring pemberian vaksinasi.

Nah tentu saja diharapkan tumbuh kembang anak balita perlu pengawasan dari orangtuanya agar bayi tumbuh sehat seiring pemberian MPASI dan ASI atau susu formula. MPASI dapat dibuat sendiri dengan memperlihatkan jenis dan variasi bahan makanan yang digunakan khususnya mengandung zat gizi mencakup energi, protein, dan mikronutrien. Untuk ibu muda atau yang sudah punya anak lebih dari 2, tentu masih ingat tahapan pemberian makanan bayi sejak kelahirannya hingga umur 2 tahun.

Anda ibu muda ( jika Anda praktisi Prana Shakti ) yang karena sesuatu hal ASI sudah tidak keluar lagi, bisa mencampur susu formula dengan energi air susu ibu ( sebut namanya ) yang harus diakses terlebih dulu. Setiap saat energi asi tadi disalurkan agar menyatu dalam ujud susu formula setiap kali bayi minum susu. Tentu saja mengakses energi ini perlu teknik dan keterampilan khusus yang perlu dipelajari lebih dulu di kelas lewat pelatihan khusus sehari.

Anda tertarik bergabung di dalamnya, masih terbuka kesempatan untuk jadi praktisi. Atau anda bisa minta tolong rekan Praktisi Prana Shakti untuk membuatkan program penyaluran air susu ibu yang telah diakses, lalu disalurkan agar bercampur dengan susu formula untuk si buah hati dengan sistem pemograman. Melelahkan tentu saja tidak karena demi kesehatan dan tumbuh kembang anak balita, apa pun  akan kita lakukan termasuk risiko kurang tidur karena si buah hati rewel setiap malam.